Pemkab Raja Ampat Atur Pelayaran Menuju Piaynemo

Kompas.com - 14/11/2018, 21:07 WIB
Peserta media famtrip dari Perancis yang diundang Kementerian Pariwisata di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Peserta media famtrip dari Perancis yang diundang Kementerian Pariwisata di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.

WAISAI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat mengatur alur pelayaran dari Waisai menuju destinasi wisata Piaynemo yang menjadi tujuan utama wisatawan saat mengunjungi Kepulauan Waigeo.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Yohanes B Rahawarin di Waisai, Selasa (13/11/2018) mengatakan, pihaknya sedang membuat regulasi berupa peraturan daerah untuk mengatur alur pelayaran di kawasan konservasi Raja Ampat termasuk jalur pelayaran Waisai menuju Piaynemo.

Baca juga: Ini Tren Destinasi di Raja Ampat yang Kian Ramai Dikunjungi

Dia mengatakan, perlu diatur alur pelayaran di kawasan konservasi Kepulauan Waigeo sehingga tidak semua kapal bisa masuk agar jangan sampai merusak terumbu karang seperti kejadian kapal pesiar Inggris beberapa waktu lalu.

Wisatawan menaiki tangga di destinasi wisata Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan menaiki tangga di destinasi wisata Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016).
Dalam menyusun regulasi, Pemkab Raja Ampat telah melakukan survei jalur pelayaran Waisai, ibu ota Kabupaten Raja Ampat menuju Piaynemo dan telah ditetapkan kawasan mana yang kapal dapat berlayar.

Baca juga: Liburan ke Raja Ampat, Jangan Lupa Bawa Pulang Abon Ikan

Selain itu, menurut Yohanes, kapal wisata ukuran apa saja yang dapat berlayar melalui kawasan tersebut. Selanjutnya kawasan mana saja yang kapal wisata dapat berlabuh dan buang jangkar untuk melakukan aktivitas menyelam maupun snorkeling.

"Hal tersebut diatur dalam regulasi dengan tujuan agar menghindari adanya kerusakan terumbu karang untuk menunjang pariwisata berkelanjutan bagi generasi Raja Ampat di masa yang akan datang," ujarnya.

Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar dengan melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar dengan melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.
Ia mengatakan, tim penyusun regulasi sedang turun ke masyarakat kampung- kampung kawasan perairan konservasi Waigeo dan Fam untuk berdiskusi dan Minta pendapat atas regulasi tersebut.

"Kami upayakan regulasi tersebut tuntas sebelum akhir tahun 2018, kemudian disosialisasikan kepada stakeholder pariwisata, serta dapat berlaku di awal tahun 2019," ungkap Yohanes B Rahawarin.




Close Ads X