Serunya Gowes Susur Lembah Bengawan Solo Purba

Kompas.com - 20/11/2018, 07:09 WIB
Para pesepeda mulai memasuki kawasan Lembah Bengawan Solo Purba (18/11/2018). Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaPara pesepeda mulai memasuki kawasan Lembah Bengawan Solo Purba (18/11/2018).

WONOGIRI, KOMPAS.com - Lebih dari seribu peserta mengikuti acara gowes susur Lembah Bengawan Solo Purba di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Minggu (18/11/2018).

Acara itu merupakan rangkaian dari Festival Geopark Gunung Sewu, Geo Area Wonogiri yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Wonogiri di Museum Karst Indonesia, mulai Sabtu (17/11/2018).

Menurut panitia acara, Ari Winanto, acara gowes yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2016 ini bertujuan untuk mengenalkan geosite Lembah Bengawan Solo Purba beserta kehidupan masyarakat di sekitarnya kepada khalayak.

Tahun ini, peserta gowes harus menempuh rute yang telah ditentukan oleh panitia sejauh sekitar 27 kilometer. Acara gowes dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan garis start dari Museum Karst Indonesia.

Sebelum memasuki Lembah Bengawan Solo Purba, para peserta terlebih dahulu harus melintasi rute perkampungan penduduk sebelah utara Jalan Nasional III sampai rest area pertama di Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Menyusuri lembah kering sungai purba

Selanjutnya, perjalanan berlanjut ke arah selatan memasuki kawasan Lembah Bengawan Solo Purba. Usai beberapa saat menyeberangi Jalan Nasional III, peserta mulai memasuki kawasan lembah sungai purba itu.

Seribuan sepeda kemudian melintasi jalan desa di samping lembah. Rute yang bervariasi berupa tanjakan dan turunan harus dilewati para peserta. Jalan pun tidak selalu baik, terkadang kondisinya berlubang sehingga membutuhkan kehati-hatian.

Dasar Lembah Bengawan Solo Purba yang menjadi rute peserta gowes (18/11/2018).Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Dasar Lembah Bengawan Solo Purba yang menjadi rute peserta gowes (18/11/2018).

Panorama alam yang asri senantiasa mendampingi peserta gowes ketika melintas di Lembah Bengawan Solo Purba. Deretan pegunungan menjulang tinggi di samping kanan-kiri lembah. Tampak pula gua di pegunungan itu yang dulunya merupakan tempat tinggal manusia purba.

Jika ditelusuri ke arah hilir, nantinya lembah sungai purba ini akan berakhir di Pantai Sadeng, Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Namun rute gowes tidak sampai Pantai Sadeng. Rest area kedua ada di perkampungan sekitar lembah, yakni Dusun Tileng, Desa Gambirmanis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X