Kompas.com - 21/11/2018, 13:15 WIB
Peselancar warga negara asing meniti ombak saat bermain surfing di Katiet, Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis (24/5/2018). Ombak Katiet merupakan salah satu dari 24 spot ombak surfing terbaik di Mentawai yang menjadi lokasi favorit peselancar domestik dan mancanegara.  ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRAPeselancar warga negara asing meniti ombak saat bermain surfing di Katiet, Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis (24/5/2018). Ombak Katiet merupakan salah satu dari 24 spot ombak surfing terbaik di Mentawai yang menjadi lokasi favorit peselancar domestik dan mancanegara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesuksesan Indonesia menggelar World Surf League (WSL) 2018 di enam tempat membuat pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menaruh perhatian pada wisata olahraga tersebut untuk 2019.

Kemenpar melalui Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari bersama WSL Asia-Australia Region menyelenggarakan serangkaian persiapan sebelum agenda WSL 2019 yang akan digelar di 11 tempat.

Persiapan pertama ialah pelatihan pada daerah-daerah yang memiliki potensi wisata surfing.

"Sekarang Kemenpar sudah bukan lagi melirik, tapi menaruh perhatian untuk support mulai dari persiapan wisata surfing ini, dan optimis Indonesia menjadi destinasi surfing terbaik nomor satu di dunia," tutur Kepala Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo dalam pelatihan WSL Senin malam (19/11/2018).

Indroyono Soesilo mengatakan workshop WSL ini sebagai momentum untuk mengevaluasi event WSL 2018 serta mempersiapkan WSL 2019.

”Pada kesempatan ini kami kembali mengajak pemerintah daerah untuk mengulang kesuksesan program surfing tahun 2018 lalu dan mempersiapkan 11 agenda kejuaraan WSL 2019 yang berlangsung di 11 daerah di Indonesia,” katanya.

Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari, Indroyono Soesilo memberikan penghargaan kepada perwakilan daerah yang sudah menyelenggarakan acara surving kelas duni, di Pecenongan, Jakarta, Senin (19/11/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari, Indroyono Soesilo memberikan penghargaan kepada perwakilan daerah yang sudah menyelenggarakan acara surving kelas duni, di Pecenongan, Jakarta, Senin (19/11/2018).
Turut hadir dalam pelatihan tersebut Regional Manager World Surf League (WSL) Asia/Austrlia Steve Robertson yang berlangsung di Alila Hotel Pecenongan Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Steve Robertson dalam pelatihan tersebut meyakinkan kepada para perwakilan daerah, bahwa wisata surfing merupakan potensi yang besar, dan Indonesia punya hal tersebut sebagai destinasi surfing terbaik dunia.

"Ada 35 juta surfer dunia yang siap menikmati ombak terbaik di Indonesia. Demi ombak terbaik itu, mereka akan tinggal lebih dari satu minggu bersama pasangan, teman, keluarga, dan lainnya," tuturnya.

Ia juga mengingatkan media value yang menjadi keuntungan besar penyelenggara kejuaraan dunia surfing WSL. Dengan signal internet kuat, puluhan media akan menyiarkan kejuaraan tersebut dan mendapat impresi yang besar.

"Nias Pro, mendapat lebih dari sekadar headline value dalam pemberitaan, jika dihitung dengan media coverage internasional," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.