Pemkab Raja Ampat Larang Kapal Besar Sandar di Dermaga Arborek - Kompas.com

Pemkab Raja Ampat Larang Kapal Besar Sandar di Dermaga Arborek

Kompas.com - 22/11/2018, 12:08 WIB
Dermaga di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Dermaga di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016).

WAISAI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, melarang kapal penumpang maupun kapal wisata yang berukuran besar sandar di dermaga Kampung Wisata Arborek.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Yohanes B Rahawarin di Waisai, Papua Barat, Kamis (22/11/2018), mengatakan larangan tersebut mengingat dermaga Kampung Arborek sangat dangkal karena akan merusak terumbu karang dan biota bawah laut di sekitarnya.

Baca juga: Pemkab Raja Ampat Atur Pelayaran Menuju Piaynemo

Dia mengatakan berdasarkan laporan dari masyarakat sudah ada kapal berbadan besar yang sandar di dermaga tersebut sehingga berbagai jenis ikan yang menjadi tontonan masyarakat setempat dari atas dermaga mulai berkurang karena aktivitas kapal besar.

Karena itu, menurut Yohanes, pihaknya sedang membuat regulasi berupa peraturan daerah untuk mengatur alur pelayaran di kawasan konservasi tersebut agar terumbu karang dan biota laut tetap aman.

Pulau Arborek di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Pulau Arborek di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
Menurut dia, regulasi yang sedang disusun akan mengatur jenis kapal apa saja yang dapat sandar di dermaga Kampung Arborek yang merupakan salah satu lokasi diving dan snorkeling terindah di Raja Ampat.

Baca juga: Liburan ke Raja Ampat, Jangan Lupa Bawa Pulang Abon Ikan

Akan diatur pula kawasan mana yang dapat digunakan oleh kapal pesiar wisata membuat jangkar guna melakukan aktivitas menyelam maupun snorkeling di Kampung Arborek.

Regulasi ini ditargetkan sebelum Desember sudah tuntas agar disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan pariwisata yang ada di Kabupaten Raja Ampat.

Menurut Yohanes, aturan ini bukan untuk membatasi wisatawan tetapi untuk mengatur aktivitas di kawasan konservasi serta mengurangi kerusakan terumbu karang untuk menunjang pariwisata berkelanjutan bagi anak cucu di masa yang akan datang.

Desa wisata Arborek di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Luas pulau berpasir putih dan dipenuhi homestay ini cuma 6 hektar. Desa Arborek pernah meraih juara satu sebagai Kampung Wisata Terbaik se Papua Barat. Berjalan kaki sepanjang pantai atau memasuki perkampungan sangat disukai wisatawan.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Desa wisata Arborek di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Luas pulau berpasir putih dan dipenuhi homestay ini cuma 6 hektar. Desa Arborek pernah meraih juara satu sebagai Kampung Wisata Terbaik se Papua Barat. Berjalan kaki sepanjang pantai atau memasuki perkampungan sangat disukai wisatawan.
"Jika aktivitas wisata terutama kapal-kapal wisata di Raja Ampat tidak diatur dengan baik, maka ke depan alam daerah yang disebut surga kecil itu akan rusak dan tinggal cerita," kata Yohanes.


Terkini Lainnya


Close Ads X