NTB-Lion Jajaki Penerbangan Lombok-China

Kompas.com - 23/11/2018, 07:41 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat.

MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama maskapai nasional Lion Air tengah menjajaki kerja sama untuk membuka penerbangan dari China ke Lombok guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah itu.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal di Mataram, Kamis (22/11/2018), mengatakan rencana itu sudah masuk dalam tahap finalisasi.

Hal ini, menurut Faozal, setelah Gubernur NTB H Zulkieflimansyah melakukan pertemuan dengan CEO Lion Group, Rusdi Kirana yang juga Dubes RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu.

"Modelnya itu nanti charter flight dengan beberapa kota di China ke Lombok, tapi kota mana saja itu belum dapat dipastikan," ujarnya.

Baca juga: Bangkitkan Pariwisata, TNI International Marathon Digelar di Lombok

Menurut Faozal, rencana kerja sama membuka penerbangan dari China ke Lombok, tidak lain untuk mendorong dan meningkatkan kunjungan wisman ke NTB, di tengah lesunya pariwisata NTB pascagempa yang mengguncang daerah itu pada akhir Juli hingga Agustus 2018.

"Saat ini kondisi kita lagi drop, baik (kunjungan wisatawan) domestik dan mancanegara. Makanya kita ingin ada jalur baru, salah satunya di China," ujarnya.

Cidomo, angkutan tradisional satu-satunya yang beroperasi di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (25/8/2016). KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Cidomo, angkutan tradisional satu-satunya yang beroperasi di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (25/8/2016).
Menurut dia, meski sifatnya penerbangan carter, namun untuk menarik Lion terbangi rute China-Lombok butuh perjuangan panjang.

"Ini yang kami tengah bicarakan dengan maskapai Lion, bagaimana bentuknya," katanya.

Selain melakukan penjajakan dengan maskapai Lion, Pemprov NTB, lanjut Faozal, juga sudah melakukan pertemuan dengan Tony Fernandes dari maskapai AirAsia di Malaysia, khususnya untuk menambah frekuensi penerbangan ke Lombok.




Close Ads X