Februari 2019 AirAsia Buka Rute Lombok-Perth - Kompas.com

Februari 2019 AirAsia Buka Rute Lombok-Perth

Kompas.com - 24/11/2018, 17:03 WIB
Sejumlah warga bermain Perisaian di Dusun Adat Ende, Desa Sengkol, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (17/11/2018). Dusun adat Ende merupakan salah destinasi wisata budaya di Lombok Tengah yang menyuguhkan wisata kehidupan masyarakat adat Sasak lengkap dengan atraksi budaya tradisional seperti musik tradisional Genggong, Gendang Beleq, dan Perisaian. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Sejumlah warga bermain Perisaian di Dusun Adat Ende, Desa Sengkol, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (17/11/2018). Dusun adat Ende merupakan salah destinasi wisata budaya di Lombok Tengah yang menyuguhkan wisata kehidupan masyarakat adat Sasak lengkap dengan atraksi budaya tradisional seperti musik tradisional Genggong, Gendang Beleq, dan Perisaian.

MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjalin kerja sama dengan maskapai AirAsia untuk membuka rute penerbangan Perth, Australia ke Lombok mulai Februari 2019.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah di Mataram, Jumat (23/11/2018), mengatakan pembukaan penerbangan langsung Perth-Lombok itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi-destinasi wisata di Pulau Lombok dan Sumbawa.

"Pariwisata NTB akan lebih terasa geliat pemulihannya pascagempa kalau rute penerbangan langsung baru ini bisa terealisasi. Begitu juga penambahan frekuensi penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Lombok dari sejumlah kota di luar negeri maupun domestik. Kami sudah masifkan promosi untuk mengembalikan awareness wisatawan bahwa Lombok dan Sumbawa sudah aman untuk dikunjungi," ujarnya.

Baca juga: NTB-Lion Jajaki Penerbangan Lombok-China

Gubernur NTB mengatakan nantinya AirAsia akan menerbangkan pesawat berkapasitas 180 orang melayani rute Perth-Lombok. Untuk memenuhi rute tersebut pemerintah memberikan kompensasi kepada AirAsia.

Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.BARRY KUSUMA Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Karena ini bisnis, harus ada untungnya. Mereka minta jaminan. Namanya block seat setengah dari kursi di tanggung pemerintah daerah. Seberapa besar itu, besar pasti nilainya," katanya.

Menurut dia, meski harus ditanggung Pemda, namun untuk pembiayaan block seat itu akan dibiayai oleh Kementerian Pariwisata. Jangka waktu kompensasi block seat selama enam bulan.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Rinjani dari Lombok Tengah Resmi Dibuka

Namun, lanjut Zulkieflimansyah, kompensasi itu nantinya akan dilihat kembali jika jumlah penumpang menunjukkan peningkatan dan stabil.

"Kita ini beruntung, biayanya tidak ditanggung Pemda tapi Kemenpar. Mereka miliki dana untuk rute-rute baru dan ingin menjadikan NTB terutama Lombok jadi destinasi unggulan nasional," katanya.

Baca juga: Kesaksian Rizky, Pendaki yang Berada di Gunung Rinjani Saat Gempa Lombok

Selain dengan AirAsia, Pemprov NTB juga menjalin kerja sama dengan maskapai Lion Air untuk merealisasikan penerbangan langsung dari Guangzhou (China)-Lombok dan Lombok-Jeddah (Arab Saudi).

Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan (kedua kanan) berada di bukit Merese Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bersama Counsellor Kedubes Mesir Ahmed Mohamed Eid Moostapha (kanan) beserta Diplomat asing lainnya saat kunjungan Diplomatic Tour ke the Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/11/2018). Diplomatic Tour yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI tersebut bertujuan untuk membantu promosi kawasan wisata the Mandalika dan sekaligus mendorong kebangkitan pariwisata Lombok - Sumbawa pascagempa.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan (kedua kanan) berada di bukit Merese Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bersama Counsellor Kedubes Mesir Ahmed Mohamed Eid Moostapha (kanan) beserta Diplomat asing lainnya saat kunjungan Diplomatic Tour ke the Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/11/2018). Diplomatic Tour yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI tersebut bertujuan untuk membantu promosi kawasan wisata the Mandalika dan sekaligus mendorong kebangkitan pariwisata Lombok - Sumbawa pascagempa.
Termasuk, untuk rute domestik, Lion Air dan Wings Air siap membuka rute penerbangan langsung Lombok-Labuan Bajo (NTT) dan Bima-Labuan Bajo.

"Potensi wisatawan dari China sangat besar dan mereka siap berangkat. Mekanismenya sejauh ini dengan model penerbangan carter dari beberapa kota di China ke Lombok. Memang butuh ikhtiar lebih untuk merealisasikan penerbangan Lion Air rute China-Lombok. Kami masih merumuskan bentuk yang paling ideal namun realistis dengan Lion Air," kata Zulkieflimansyah.



Close Ads X