Target Kunjungan Wisman ke Indonesia Tahun 2018 Meleset

Kompas.com - 27/11/2018, 21:05 WIB
Sejumlah penumpang menunggu jadwal penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (28/6/2018). Sebanyak 3.571 penumpang dari 26 maskapai penerbangan domestik dan internasional terpaksa batal terbang karena dampak erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Kamis (28/6/2018).  ANTARA FOTO/WIRA SURYANTALA Sejumlah penumpang menunggu jadwal penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (28/6/2018). Sebanyak 3.571 penumpang dari 26 maskapai penerbangan domestik dan internasional terpaksa batal terbang karena dampak erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Kamis (28/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman diprediksi meleset. Sejumlah bencana alam disebut menjadi faktor yang menyebabkan kunjungan wisman tak tercapai.

"Untuk tahun ini (2018), kemungkinan terbesar hanya tercapai 16 juta," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam seusai acara Indonesia Tourism Outlook 2019: Deregulation In Cyber Tourism Era di Jakarta, Selasa (27/11).

Ia menyebut salah satu bencana alam yang berpengaruh besar dalam kunjungan wisman ke Indonesia adalah gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada awal Agustus 2018. Arief menyebut dampak dari gempa Lombok yaitu batalnya sekitar 100.000 wisman ke Indonesia dalam satu bulan.

"Dan 80.000 orang yang cancel adalah adalah cancel ke Bali," ujarnya.

Arief menyebut bencana alam serupa yaitu gempa bumi di Lombok pada 29 Juli 2018 tak berdampak terhadap kunjungan wisman. Hal itu menurutnya, karena proses pemulihan pascabencana yang bisa dilakukan dalam waktu seminggu.

"Tapi tak ada yang menyangka, tanggal 5 Agustus terjadi gempa 7 SR. Dan itu membuat cancelation-nya besar-besaran terjadi. Lebih dari 70 persen terjadi cancelation," tambahnya.

Suasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi.KOMPAS.com/Erna Dwi Lidiawati Suasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi.
Menurutnya, pembatalan kunjungan wisman ke Indonesia akibat bencana alam diprediksi mencapai 1 juta wisman. Arief sempat optimistis target kunjungan wisman tahun 2018 tercapai.

"Awalnya, Juni dan Juli sudah sampai 1,5 juta (wisman) per bulan. Agustus sudah mulai turun. Kalau 1,5 juta (wisman) per bulan, dikali 12 itu sudah 18 juta wisman," kata Arief.

Meski target kunjungan wisman tak tercapai, ia menyebut target devisa tahun 2018 masih tercapai. Ia menyebut demikian berdasarkan prediksi pencapaian kunjungan wisman dengan pengeluaran wisman rata-rata per hari.

"16 juta tercapai tapi ASPA (Avarage Spending Per Arrival) itu 1100 US Dollar. 1.100 dikali 16 juta wisman jadi 17,6 milyar US Dollar. Secara devisa tercapai, target wisatawannya tercapai 16 juta," tambah Arief.

Pada Juli, gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB, Minggu, pukul 06.47 WITA, Minggu (29/7).

WIsatawan menginap di Bandara Internasional Lombok, Senin (7/8/2018).Dok. Kemenpar (Milly) WIsatawan menginap di Bandara Internasional Lombok, Senin (7/8/2018).
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pusat gempa bumi tersebut pada koordinat 8,4 lintang selatan, dan 116,55 bujur timur.

Lokasi gempa terjadi di darat pada jarak 47 KM arah Timur kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB, pada kedalaman 24 KM.

Sementara, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) petang, juga menyebabkan tsunami.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata pada tahun 2018 menetapkan target kunjungan wisman sebesar 17 juta wisman.

Dari Januari-September 2018, Badan Pusat Statistik mencatat ada 11.929.542 kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia, melewati jalur udara, laut, dan darat.

Jumlah tersebut naik 11,81 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 10,67 juta kunjungan.



Close Ads X