Berburu Keindahan Senja di Gili Air Lombok

Kompas.com - 28/11/2018, 09:09 WIB
Senja di Gili Air, Lombok Utara.Kompas.com/Silvita Agmasari Senja di Gili Air, Lombok Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Senja jadi momen paling saya tunggu saat berwisata. Inilah momen istimewa ketika melihat matahari pulang ke peraduan, meninggalkan jejak yaitu semburat cahaya warna-warni di langit.

Di Gili Air, berburu senja adalah salah satu kegiatan yang diincar wisatawan. Pulau dengan lebar sekitar 1,5 kilometer di Lombok Utara ini memang menjadi lokasi tepat berburu momen matahari terbenam dan terbit.

"Di depan hotel langsung kelihatan matahari terbenam. Jalan sedikit ke belakang hotel di pagi hari kelihatan matahari terbit," kata Irawan dari Dafam Hotel Managements dalam acara Exploring Paradise Island dari Dafam Hotel Mangement dan Himpunan Anak Media, di Gili Air, Jumat (23/11/2018).

Sore hari, sekitar pukul 17.00 mulai banyak wisatawan yang keluar dari penginapan. Selain terik matahari mulai bersahabat, tentunya momen senja yang paling ditunggu.

Senja di Gili Air, Lombok Utara.Kompas.com/Silvita Agmasari Senja di Gili Air, Lombok Utara.
Kebanyakan wisatawan di Gili Air adalah wisatawan mancanegara. Sembari menyesap jus buah segar atau sebotol bir, semua duduk di bibir pantai dengan pasir yang putih.

Hari itu, Jumat (23/11/2018) juga menjadi momen istimewa karena Dafam Hotel Management berinisitatif melepas tukik atau anak penyu.

Jadilah semua wisatawan yang berada dekat Mola2 Resort Gili Air tertarik untuk mengabadikan momen atau ikut serta melepas tukik.

Diiringi suara tamburan gamelan, gendang, dan simbal dari kesenian gendang beleq khas Lombok.

Ketika tukik berenang ke lautan lepas dan bunyi gendang beleq berhenti. Di sanalah matahari perlahan turun.

Kesenian Gendang Beleq dari Lombok.Kompas.com/Silvita Agmasari Kesenian Gendang Beleq dari Lombok.
Ada cahaya jingga di langit yang perlahan berubah menjadi merah muda, keunguan, dan berubah menjadi gelap.

Semua yang duduk di pantai hanya berdiam, dengan wajah yang tampak damai dan tersenyum simpul. Melihat semburat senja dan mendengar deburan ombak. Bukan hanya wisatawan, warga lokal Gili Air pun juga ada yang duduk di tepi pantai menikmati senja.

Tidak pernah ada kata biasa untuk senja. Selalu istimewa, terutama di lokasi dan bersama orang yang tepat, termasuk diri sendiri.

 



Close Ads X