Kompas.com - 29/11/2018, 11:39 WIB
Sambal ganja dipamerkan saat Festival Makanan Pedaazz di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINSambal ganja dipamerkan saat Festival Makanan Pedaazz di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Festival Makanan Pedazz untuk ketiga kalinya digelar di halaman parkir Sri Ratu di Kota Semarang, Jawa Tengah. Aneka makanan bercita rasa pedas akan mengocok perut yang menikmatinya.

Bagi yang suka pedas, inilah kesempatan mencicipi aneka kuliner yang tersedia, dengan harga terjangkau. Kegiatan itu berlangsung sejak Selasa (27/11/2018) hingga Minggu (2/12/2018).

Kompas Travel ikut mencicipi salah satu menu baru di Festival Makanan Pedazz itu, yakni sambal ganja. Sambal buatan kedai di Makwen ini menawarkan cita rasa yang menggugah lidah. Menyantap sambal ganja seperti membuat ketagihan.

Baca juga: Sambal Ganja dan Ayam Tangkap? Siap-siap Kepedasan

Sambal ganja diadopsi dari cita rasa Asam Udueng di Aceh. Rasa Asam Udueng yang ciamik kemudian diwujudkan lewat sambal ganja.

Pemilik kedai Makwen, Arif Aria, menjelaskan sambal ganja bukan adonan sambal dan ganja. Sambal ganja merupakan istilah makanan yang membuat orang ketagihan.

"Ganja itu yang membuat ketagihan. Makanya saya buat itu sambal ganja. Kebetulan pernah ngerasakan rasa sambal, lalu inovasi buat sambal ini," kata Arif, Rabu (28/11/2018).

Baca juga: Sruput Segar dan Pedasnya Sambal Mak Beng di Sanur Bali

Untuk membuat sambal ganja, bumbu yang dibutuhkan amat sederhana. Untuk pembuatan sambal, cabai, bawang merah, bawang putih menjadi hal wajib.

Lalu ada tambahan serai, daun jeruk, asam, terasi, belimbing wuluh dan udang. Sebagian bahan pembuatan sambal digoreng, namun sebagian lain dibiarkan tetap adanya.

"Brambang gak boleh digoreng, kalau digoreng cita rasanya sudah berbeda. Kemudian daun jeruk itu dikasih pas terkahir," katanya.

Selain di pameran, sambal ganja ternyata setiap hari dibuat di kedainya di wilayah Indraprasta, Semarang. Sambal Ganja dipadukan dengan Ayam Kalasan lalu diberi irisan timun dan daun kemangi.

Ketua Komunitas Kuliner Semarang, Firdaus Adinegoro, menjelaskan Festival Makanan Pedazz diikuti oleh 60 stand yang umumnya berasal dari makanan rumahan.

Antusiasme pengunjung terlihat amat tinggi terutama ketika siang hari. Di sela kegiatan itu, pengelola juga menggelar berbagai lomba menyantap makanan.

"Festival juga ada beragam sambal unik. Misal sambal babad dibuat kemasan dinikmati di rumah, paru mercon dan itu bisa tahan sebulan," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.