Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau Menginap di Rumah Pohon Molenteng Bali? Begini Caranya...

Kompas.com - 30/11/2018, 11:21 WIB
Sherly Puspita,
I Made Asdhiana

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menikmati pemandangan matahari terbit dari atas tebing batu yang berlatarkan laut berwarna biru dan pantai berpasir putih tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Pengalaman semacam ini yang akan anda dapatkan jika anda menginap di Rumah Pohon Molenteng yang terletak di kawasan wisata Raja Lima, Nusa Penida, Bali.

Lalu bagaimana caranya agar dapat menginap di Rumah Pohon Molenteng?

Putu Reza, pemandu wisata Kompas.com dan tim media Pegipegi bertajuk "Jelajahi Indonesiamu" baru-baru ini membagikan tips menginap di Rumah Pohon Molenteng.

Baca juga: Ide Liburan di Nusa Penida Bali, Mampir ke Diamond Beach

Ia mengatakan, di Raja Lima tersedia tiga unit rumah panggung yang dapat disewa untuk menginap, salah satunya berbentuk rumah pohon.

"Untuk menyewa rumah-rumah panggung ini tarif sewanya Rp 500.000 per malam. Harganya sama. Tapi rumah pohon memang yang paling diminati kerena dari sana kita bisa langsung melihat pemandangan matahari terbit," ujar Putu.

Baca juga: Atuh Beach, Keindahan Tersembunyi di Nusa Penida Bali

Putu mengatakan, setiap rumah panggung dan rumah pohon berkapasitas 2 orang saja. Ada satu toilet umum yang disediakna di sisi selatan rumah panggung.

"Harga ini tidak termasuk makan ya. Ada warung yang letaknya di tebing dekat pintu masuk kawasan. Tapi biasanya penjual mau mengantarkan makanan ke bawah. Jadi sebelum menginap lebih baik bertukar nomor dan buat kesepakatan dulu dengan pemilik warung," papar Putu.

Menurut Putu penginapan Rumah Pohon Molenteng ini cukup diminati wisatawan. Ia menyarankan wisatawan melakukan pemesanan terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan kamar.

"Sekadar informasi saja, sampai Februari 2019 kamar sudah habis terpesan. Jadi memang banyak sekali peminatnya," kata Putu.

Untuk mencapai lokasi penginapan, wisatawan harus menuruni tebing melalui tangga batu. Tangga batu ini cukup curam, jadi para wisatawan harus menyiapkan stamina saat menuju penginapan.

Rumah Pohon Molenteng terletak di sisi timur Pulau Nusa Penida. Anda harus menempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor selama sekitar 45 menit dari Pelabuhan Banjar Nyuh yang merupakan akses masuk pulau.

Sedangkan dari Bali, anda harus menyeberang dengan speed boat dari Pelabuhan Sanur menuju Pelabuhan Banjar Nyuh dengan tarif Rp 75.000 sekali menyeberang.

Wisata alam Raja Lima atau Rumah Pohon Molenteng yang terletak di Pejukutan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu (11/11/2018).Kompas.com/SHERLY PUSPITA Wisata alam Raja Lima atau Rumah Pohon Molenteng yang terletak di Pejukutan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu (11/11/2018).
Putu menambahkan, harga penginapan di Rumah Pohon Molenteng memang tergolong tinggi. Apalagi harga tersebut belum termasuk biaya makan.

Namun, harga tersebut sebanding dengan pemandangan alam yang disajikan.

"Karena kalau mau berburu sunrise memang harus menginap. Dan pemandangannya pasti enggak akan membuat kecewa deh," tutur Putu.

Tak hanya penyewa, para wisatawan yang melintas di boleh menjadikan rumah pohon sebagai spot berfoto.

"Tangga di rumah pohon itu jadi spot foto yang cukup populer. Jadi kalau datang ke Raja Lima jangan lupa foto di Rumah Pohon Molenteng. Dijamin hasil fotonya keren," kata Putu.

Bagaimana, tertarik mencoba?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak Sekadar Dokumen Perjalanan, Ini 5 Negara dengan Desain Paspor Terunik

Tak Sekadar Dokumen Perjalanan, Ini 5 Negara dengan Desain Paspor Terunik

BrandzView
5 Wisata Pulau di Tomia di Wakatobi, Ada Pulau 1.000 Penyu

5 Wisata Pulau di Tomia di Wakatobi, Ada Pulau 1.000 Penyu

Jalan Jalan
Cara Beli Tiket Jakarta Fair 2024 Online dan Offline, mulai Rp 40.000

Cara Beli Tiket Jakarta Fair 2024 Online dan Offline, mulai Rp 40.000

Travel Tips
KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation

KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation

Travel Update
Midea Tawarkan Program Berhadiah Liburan ke Inggris

Midea Tawarkan Program Berhadiah Liburan ke Inggris

Travel Update
Kenapa Banyak Kamar Mandi Vila di Bali Pakai Konsep Semi-terbuka?

Kenapa Banyak Kamar Mandi Vila di Bali Pakai Konsep Semi-terbuka?

Hotel Story
Wisata Alam Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Buka Lagi mulai 15 Juni

Wisata Alam Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Buka Lagi mulai 15 Juni

Travel Update
Jakarta Fair 2024: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Jakarta Fair 2024: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Update
Runway Bandara Komodo di NTT Diperpanjang, Ditargetkan Siap Bulan Juli

Runway Bandara Komodo di NTT Diperpanjang, Ditargetkan Siap Bulan Juli

Travel Update
4 Aktivitas di Jakarta Fair 2024, Tak Hanya Belanja

4 Aktivitas di Jakarta Fair 2024, Tak Hanya Belanja

Jalan Jalan
5 Hotel Rp 300.000-an Dekat Stasiun Bogor, Staycation Setelah Idul Adha

5 Hotel Rp 300.000-an Dekat Stasiun Bogor, Staycation Setelah Idul Adha

Hotel Story
7 Wisata Curug di Puwokerto, Destinasi Liburan Idul Adha

7 Wisata Curug di Puwokerto, Destinasi Liburan Idul Adha

Jalan Jalan
Indonesia AirAsia Terbang dari Denpasar ke Phuket dan Kota Kinabalu mulai Agustus 2024

Indonesia AirAsia Terbang dari Denpasar ke Phuket dan Kota Kinabalu mulai Agustus 2024

Travel Update
4 Tips Packing dengan Bawaan Sedikit Pakai Tote Bag

4 Tips Packing dengan Bawaan Sedikit Pakai Tote Bag

Travel Tips
4 Wisata Pantai di Pulau Tomia di Wakatobi, Bisa Lihat Paus Berenang

4 Wisata Pantai di Pulau Tomia di Wakatobi, Bisa Lihat Paus Berenang

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com