Liburan ke Gunungkidul, Coba Nikmati Segarnya Air Terjun Sri Gethuk - Kompas.com

Liburan ke Gunungkidul, Coba Nikmati Segarnya Air Terjun Sri Gethuk

Kompas.com - 30/11/2018, 18:09 WIB
Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul, YogyakartaKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul, Yogyakarta

KOMPAS.com - Gunungkidul dikenal dengan daerah yang tandus dan sulit air lantaran karakteristik geografinya yaitu bentang karst. Jika berkendara ketika musim kemarau di sana, kerap dijumpai hamparan pohon jati yang meranggas karena kekeringan.

Namun, ternyata Gunungkidul juga memiliki obyek wisata air terjun. Nama air terjun itu adalah Sri Gethuk yang tepatnya berada di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta.

Dari Kota Jogja, jarak tempuh sampai ke Air Terjun Sri Gethuk sekitar 38 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 1,5 jam. Rute terbaik mencapainya adalah melalui Imogiri kemudian ke timur di jalan Imogiri-Dlingo.

Selanjutnya tinggal ikuti plang arah yang menunjukkan arah ke tujuan. Jika menggunakan aplikasi Google Maps, ada rute lain yang lebih dekat yakni melalui Jalan Pleret-Pathuk. Namun jalan ini nantinya akan melewati tanjakan terjal, yakni Tikungan Cinomati.

Menjelang sampai, perjalanan akan melewati medan pegunungan yang kondisinya cukup gersang, terutama di musim kemarau. Meski berkelok, jalan utama menuju Air Terjun Sri Gethuk masih terlihat jelas sehingga tak membingungkan.

Nantinya akan dijumpai pos retribusi. Di sini pengunjung harus membeli tiket seharga Rp 15.000 untuk dua destinasi, yakni Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencana. Pengunjung bisa mengunjungi keduanya tanpa diminta tiket masuk tambahan.

Laksana Oase di padang gersang

Keberadaan Air Terjun Sri Gethuk memang bagaikan oase di padang gersang. Aliran air terjun yang bermuara di Sungai Oya memang menjadi sumber pengairan bagi sektor petanian sekitarnya.

Begitu sampai, pengunjung harus berjalan menuruni tangga untuk sampai di tepi Sungai Oya. Nantinya ada dua pilihan untuk sampai air terjun, yakni naik perahu atau berjalan kaki melewati jalan setapak di sisi sungai.

Naik perahu memang menjadi pilihan favorit pengunjung. Selain tidak melelahkan, berlayar singkat di Sungai Oya yang diapit dua tebing memang memunculkan sensasi petualangan tersendiri sehingga kunjungan ke Sri Gethuk semakin berarti.

Untuk menuju titik air terjun, pengunjung bisa naik perahu dengan biaya Rp 10.000 pulang-pergiKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Untuk menuju titik air terjun, pengunjung bisa naik perahu dengan biaya Rp 10.000 pulang-pergi
Biaya naik perahu juga tidak mahal. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 10.000 pulang-pergi. Namun saat hari libur, pengunjung harus mengantre untuk bisa diangkut oleh perahu.

Lokasi air terjun juga bisa dicapai dengan berjalan kaki. Rutenya tidak terlalu jauh karena bisa ditempuh sekitar 5-10 menit. Kondisinya pun sudah baik dan tidak licin, tetapi saat perjalanan kembali, tanjakan terjal melalui anak tangga yang cukup melelahkan harus dilewati.

Setibanya di lokasi air terjun, suara gemercik air yang mengalir di sisi Sungai Oya langsung menyambut dengan merdu. Aliran air terjun dari celah batuan kapur pun tidaklah terlalu deras sehingga aman bagi mereka yang ingin mandi di bawahnya.

Air yang menerpa tubuh pun akan terasa begitu sejuk, terlebih jika kunjungan dilakukan di siang hari. Pengunjung juga bisa menceburkan diri di Sungai Oya. Bagi mereka yang tidak bisa berenang, telah tersedia pelampung untuk disewa.

Pengunjung Air Terjun Sri Gethuk bisa bermain air di aliran Sungai Oya.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pengunjung Air Terjun Sri Gethuk bisa bermain air di aliran Sungai Oya.
Berenang di Sungai Oya juga merupakan aktivitas yang menyenangkan di sini. Jika berani, melompat dari bebatuan ke permukaan sungai akan terasa seri dan begitu mendebarkan.

Air terjun ini sebenarnya dulu bernama Sri Kethuk. Nama itu berasal dari salah satu instrumen gamelan Jawa, yakni kethuk. Konon dulu jika ingin mengadakan pertunjukan wayang, warga meminjam gamelan yang muncul dari permukaan sungai.

Namun suatu ketika salah satu instrumen gamelan, yakni kethuk tidak dikembalikan. Hal itu membuat gamelan tidak lagi muncul ke permukaan ketika masyarakat ingin meminjamnya kembali.

Kunjungan ke Air Terjun Sri Gethuk paling pas adalah pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB karena selain belum terlalu ramai, juga belum terlalu ramai. Tepat pukul 16.30 WIB, pengunjung sudah harus meninggalkan Air Terjun Sri Gethuk.



Close Ads X