Tahun 2019, Tiket Masuk Gunung Ijen Dijual secara Online - Kompas.com

Tahun 2019, Tiket Masuk Gunung Ijen Dijual secara Online

Kompas.com - 04/12/2018, 21:04 WIB
Kawah Gunung Ijen diambil pada Mei 2016.Kompas.com/Ira Rachmawati Kawah Gunung Ijen diambil pada Mei 2016.


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Tahun 2019, para pendaki sudah bisa membeli tiket masuk Gunung Ijen secara online. Penjualan tiket secara online tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat yang akan berencana untuk mendaki gunung yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso.

Sumpena, Kepala BKSDA Wilayah V Jawa Timur kepada Kompas.com pada Senin (4/12/2018) menjelaskan, penjualan tiket online tersebut juga untuk memantau jumlah pendaki gunung Ijen agar tidak melebihi daya dukung kawasan.

"Yang pasti jumlahnya di bawah seribu pendaki per hari, untuk berapa detailnya dalam kajian. Tapi untuk pembelian tiket online sudah bisa dilakukan mulai 2019 melalui agen perjalanan online," jelas Sumpena.

Dengan dibukanya tiket masuk secara online, diharapkan pendaki bisa mengatur jadwal pendakian jauh-jauh hari sehingga lebih terencana.

Namun, untuk uji coba, akan disediakan tiket manual di Paltuding yang jumlahnya tidak lebih dari 100 orang sebagai antisipasi pengunjung dari jauh yang belum mengetahui aturan baru.

Wisatawan menikmati pemandangan danau kawah gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Wisatawan menikmati pemandangan danau kawah gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.

"Ini sama seperti tiket kereta. Jika hari ini sudah habis ya harus pesan tiket di hari lain. Selain itu pendaki lebih serius mempersiapkan pendakian, bukan datang lalu tiba-tiba memutuskan naik. Itu bahaya," jelas Sumpena.

Selain itu, mulai tahun 2019 juga diperlakukan penutupan pendakian gunung Ijen setiap hari Jumat di minggu pertama. Penutupan pendakian itu dilakukan untuk memberikan kesempatan alam agar beristirahat.

Sumpena berharap, saat penutupan pendakian gunung Ijen sebulan sekali juga bisa dimanfaatkan oleh komunitas atau masyarakat untuk bersih-bersih Gunung Ijen dan melakukan aktivitas lain yang berkaitan dengan lingkungan.

"Penutupan pendakian Ijen hanya satu hari setiap bulan karena alam juga butuh jeda. Butuh istirahat karena setiap malam ratusan pendaki yang naik apalagi saat musim libur bisa 2 ribu orang lebih. Tapi aturan tersebut baru diterapkan pada tahun 2019 nanti," jelas Sumpena.



Close Ads X