Perbedaan Cendol dan Dawet - Kompas.com

Perbedaan Cendol dan Dawet

Kompas.com - 06/12/2018, 19:10 WIB
Dawet hitam asli Purworejo dijajakan di jalan DI Panjaitan Mantrijeron Kota Yogyakarta.Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin Dawet hitam asli Purworejo dijajakan di jalan DI Panjaitan Mantrijeron Kota Yogyakarta.

JAKARTA, KOMPAS.comCendol atau dawet di Indonesia begitu tersohor sebagai minuman manis segar nan lezat.

Minuman ini terbuat dari campuran santan, gula merah, dan cendol yang terbuat dari tepung tapioka, tepung beras, dan air perasan daun pandan.

Lantas apa bedanya cendol dengan dawet di Indonesia?

Sejarawan Kuliner, Fadly Rahman mengatakan cendol dan dawet secara historis sama.

"Cendol dan dawet historisnya sama cuma penyebarannya saja berbeda," kata Fadly kepada KompasTravel saat dihubungi, Rabu (5/12/2018) malam.

Ia menjelaskan, sebutan cendol dekat dengan masyarakat Jawa Barat di kuliner Sunda. Sementara dawet ini merupakan sebutan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun Fadly menekanan, secara rasa dan wujud dari cendol maupun dawet itu serupa.

Hanya satu perbedaan yang begitu nampak antara cendol dan dawet yakni bahan tepung yang digunakan.

"Kalau dawet itu dari masa lalu sebut dalam Kakawin Kresnayana menggunakan bahan baku tepung beras. Sementara sampingannya seperti santan dan cairan gula merah sudah umum dari dulu," kata dia.

Sementara cendol di Kawasan Jawa Barat, pembuatan cendol menggunakan bahan tepung kacang hijau atau hunkwe.

Dengan demikian, Fadly menekankan perbedaannya hanya pada segi bahan tepung yang dipakai untuk membuat butiran cendol atau dawet.



Close Ads X