Kompas.com - 08/12/2018, 13:20 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan akan menjadikan tempat pelelangan ikan (TPI) Labuan Bajo sebagai pusat wisata kuliner.

"Kami lakukan pelatihan wirausaha kepada para pemilik lapak di TPI ini yang nantinya akan jadi pusat kuliner warga Manggarai Barat," kata Ira saat peresmian TPI Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Libur ke Labuan Bajo, Anda Bisa Mencoba Kapal Wisata KMP Komodo

TPI akan semakin modern, aman, nyaman, dan tertib yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat setempat dan juga dapat menjadi destinasi kuliner Labuan Bajo.

Untuk dermaga TPI, kapasitasnya kini mampu menampung hingga 680 unit kapal berukuran rata-rata tujuh GT, sedangkan untuk TPI dengan luas lahan 4.768 meter persegi dan luas bangunan 2.426 meter persegi akan menyediakan 45 unit kios serta 136 pedagang lapak kering dan basah sebagai lokasi penjualan ikan segar.

Baca juga: Sampai di Labuan Bajo, Ini Agenda Pegi-pegi Yuk! Jelajahi Indonesiamu

Selain itu, di lokasi TPI juga disediakan fasilitas parkir untuk 50 unit kendaraan, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta tiap Minggu akan digelar kegiatan yang menarik bagi pengunjung dan masyarakat seperti festival ikan, kuliner Labuan Bajo, dan aktivitas lainnya.

Dirut PT ASDP FerryIra Puspadewi (kiri), Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (Kedua kiri), Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula (ketiga kiri) dan Komisaris utama PT ASDP Ferry Lalu Sudarmadi (kanan) meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (30/11/2018). TPI yang dibangun di atas lahan seluas 4.678 m2 dan lebih moderen oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia itu memiliki lahan parkir luas, tempat penarikan uang kas atau ATM dan kios komersial sebanyak 50 unit serta mampu menampung 136 pedagang ikan dan memiliki pelabuhan yang dapat menampung 680 kapal nelayan dengan kapasitas rata-rata tujuh gross tone (GT).ANTARA FOTO/KORNELIS KAHA Dirut PT ASDP FerryIra Puspadewi (kiri), Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (Kedua kiri), Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula (ketiga kiri) dan Komisaris utama PT ASDP Ferry Lalu Sudarmadi (kanan) meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (30/11/2018). TPI yang dibangun di atas lahan seluas 4.678 m2 dan lebih moderen oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia itu memiliki lahan parkir luas, tempat penarikan uang kas atau ATM dan kios komersial sebanyak 50 unit serta mampu menampung 136 pedagang ikan dan memiliki pelabuhan yang dapat menampung 680 kapal nelayan dengan kapasitas rata-rata tujuh gross tone (GT).
Nantinya, TPI modern ini akan diserahkan kepada Pemkab Manggarai Barat serta lahan dan bangunan TPI Milik Pemkab akan diserahkan kepada ASDP.

Ira menegaskan PT ASDP juga memberikan pelatihan wirausaha ke semua warga TPI dimana saat malam hari TPI akan jadi destinasi wisata kuliner.

"Kami juga memberikan beasiswa kepada anak nelayan, rehabilitasi kebersihan lingkungan dan pembangunan bak sampah serta terus mengawal kebersihan di lingkungan TPI ini," kata Ira.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.