Menyambangi Air Terjun Madakaripura, Pertapaan Mahapatih Gadjah Mada

Kompas.com - 10/12/2018, 19:50 WIB
Patung Mahapatih Gadjah Mada yang menyambut pengunjung begitu sampai di kawasan Air Terjun Madakaripura. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaPatung Mahapatih Gadjah Mada yang menyambut pengunjung begitu sampai di kawasan Air Terjun Madakaripura.

Ketika musim hujan, beberapa air terjun kecil tampak mengalir di sela-sela tebing. Panorama seperti itu seolah membuat rasa lelah sepanjang perjalanan menjadi terlupakan. Suasana pergunungan juga begitu sejuk sehingga tidak menguras tenaga.

Pesona Madakaripura

Semakin mendekati titik air terjun, lembah sungai pun menyempit menjadi menjadi semacam ngarai. Menjelang sampai lokasi, nantinya dapat ditemui penjual mantol atau jas hujan. Pengunjung yang tidak membawa mantorl, hendaknya membelinya di sini.

Hal itu penting karena meski cuaca cerah, di sekitar Air Terjun Madakaripura suasananya seolah sedang turun hujan. Air tidak hanya mengalir di air terjun utama, tetapi juga dari pinggiran tebing yang menyempit.

Baca juga: Buang Emas ke Kolam Segaran dan Berbagai Mitos Lainnya di Situs Majapahit

Air yang menetes pun terasa bagaikan gerimis yang membasahi seluruh ngarai. Oleh karena itu, jas hujan diperlukan agar tubuh tidak basah, terutama bagi mereka yang membawa kamera atau smartphone.

Di ngarai sepit ini, air yang jatuh dari pinggiran tebing curam akan terlihat begitu menawan. Tetesan airnya tampak bagaikan tirai putih karena memantulkan cahaya matahari. Airnya pun terasa begitu segar dan sejuk ketika membasahi kulit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Air terjun utama tak lagi jauh. Di ujung ngarai, tampak air terjun yang menjulang tinggi, itulah Air Terjun Madakaripura. Terdapat beberapa ceruk kecil di sekitar air terjun, konon di sanalah dahulu Gadjah Mada bertapa.

Panorama di sini begitu memesona. Air yang jatuh akan melewati tebing vertikal yang berselimut tumbuhan hijau. Nyanyian alam berupa gemercik air terjun terdengar seperti hujan yang begitu menenangkan kalbu.

Waktu paling pas untuk mengunjungi Air Terjun Madakaripura adalah di akhir musim penghujan seperti Mei-Juni. Itu karena curah hujan sudah mulai berkurang sehingga tak perlu khawatir terjadi banjir.

Ketika puncak musim hujan, kunjungan ke air terjun bisa saja ditutup ketika hujan lebat karena rawan longsor dan banjir. Jika ingin berkunjung di musim hujan, pantau kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum berangkat.

Baca juga: Ikan Wader Sambel Colek, Kuliner Langka dari Masa Majapahit

Kunjungan ketika musim hujan juga lebih baik dilakukan di pagi hari karena kemungkinan cuaca masih cerah. Hujan biasanya mulai turun pada siang atau sore hari.

Fasilitas seperti toilet, kamar mandi, toko suvenir dan mushalla hanya ada di sekitar pos retribusi. Selebihnya sampai air terjun utama, tidak ada fasilitas apa pun sehingga kondisinya masih sangat alami.

Air Terjun Madakaripura mulai buka pukul 07.00 WIB-16.00 WIB. Tarif tiketnya yakni Rp 11.000 saat hari biasa, Rp 13.000 saat hari libur, dan Rp 21.000 untuk wisatawan asing.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Okupansi Meningkat, Hotel di Kota Malang Mulai Berani Naikkan Harga

Okupansi Meningkat, Hotel di Kota Malang Mulai Berani Naikkan Harga

Travel Update
10 Tempat Wisata Menarik di Chiang Mai, Ada Museum dan Cagar Alam

10 Tempat Wisata Menarik di Chiang Mai, Ada Museum dan Cagar Alam

Jalan Jalan
6 Gunung di Chiang Mai Thailand yang Wajib Dikunjungi

6 Gunung di Chiang Mai Thailand yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Dua Halte Bus Wisata Gratis Dibangun di Madiun

Dua Halte Bus Wisata Gratis Dibangun di Madiun

Travel Update
Kain Tenun Gringsing Bali Bakal Jadi Suvenir KTT G20

Kain Tenun Gringsing Bali Bakal Jadi Suvenir KTT G20

Travel Update
Bali Bukan Satu-satunya Surga Wisata Indonesia, Jelajahi Juga 5 Surga Destinasi Super Prioritas Ini

Bali Bukan Satu-satunya Surga Wisata Indonesia, Jelajahi Juga 5 Surga Destinasi Super Prioritas Ini

Travel Promo
Melihat Kerajinan Tas Aceh Bertahan di tahun Kedua Pandemi Covid-19

Melihat Kerajinan Tas Aceh Bertahan di tahun Kedua Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Atraksi Menarik di TMII, Anjungan Daerah sampai Taman Indah

5 Atraksi Menarik di TMII, Anjungan Daerah sampai Taman Indah

Jalan Jalan
Pandemi Covid, Perajin Bakpia Jogja Buat Berbagai Varian Rasa Baru

Pandemi Covid, Perajin Bakpia Jogja Buat Berbagai Varian Rasa Baru

Travel Update
Kawah Sikidang 2021, Jembatan Kayu Instagramable sampai Keluhan Wisatawan

Kawah Sikidang 2021, Jembatan Kayu Instagramable sampai Keluhan Wisatawan

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Kawah Sikidang Dieng Tahun 2021, Gratis ke Candi Arjuna

Harga Tiket Masuk Kawah Sikidang Dieng Tahun 2021, Gratis ke Candi Arjuna

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Arjuna Dieng Tahun 2021, Satu Tiket untuk Dua Tempat Wisata

Harga Tiket Masuk Candi Arjuna Dieng Tahun 2021, Satu Tiket untuk Dua Tempat Wisata

Travel Update
Ancol Buka untuk Uji Coba, 7 Wahana Berikut Bisa Dicoba

Ancol Buka untuk Uji Coba, 7 Wahana Berikut Bisa Dicoba

Jalan Jalan
Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Jalan Jalan
Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.