Chef Juna Promosikan Kuliner Indonesia di Brunei

Kompas.com - 11/12/2018, 13:34 WIB
Junior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan chef Juna berpose di Restoran Correlate Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Juna tinggal di Amerika Serikat selama 13 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELJunior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan chef Juna berpose di Restoran Correlate Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Juna tinggal di Amerika Serikat selama 13 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bandar Seri Begawan bekerja sama dengan Indonesian Chef Association (ICA) menghadirkan Junior Rorimpandey atau dikenal dengan Chef Juna untuk mempromosikan kuliner Indonesia kepada warga di Brunei Darussalam.

Ratusan tamu terlihat antusias menyaksikan aksi Chef Juna memasak kuliner khas Bali di Brunei Darussalam pada 9 Desember 2018. Demikian pernyataan tertulis dari KBRI Bandar Seri Begawan yang diterima di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Baca juga: Tips dari Chef, Cara Bedakan Ikan Makarel dengan Sarden

Chef Juna dibantu beberapa koki dari ICA membuat empat menu masakan, yaitu sate lilit, serombotan, ayam suwir khas Bali dan sambal matah.

"Ciri khas kuliner Bali adalah kelengkapan rempahnya dan rasanya yang pedas, sederhana namun tidak mudah membuatnya karena harus memperhatikan kelengkapan rempah-rempahnya," kata Juna.

Baca juga: Pedas Krenyes Sambal Matah Khas Bali

Demo masak Chef Juna tersebut adalah bagian rangkaian "Fabulous Indonesian Culinary Fest", yakni kolaborasi KBRI Bandar Seri Begawan dengan ICA untuk mempromosikan kuliner Indonesia kepada masyarakat Brunei Darussalam. Acara itu juga menampilkan angkringan dan ukir buah hasil kreasi ICA.

Sate lilitKOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Sate lilit
Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Sujatmiko dalam sambutannya pada pembukaan acara tersebut menyampaikan bahwa KBRI Bandar Seri Begawan berupaya lebih memperkenalkan ragam kuliner Indonesia di luar beberapa kuliner yang sudah sangat dikenal di Brunei Darussalam, seperti bakso, sate, ayam penyet, dan nasi goreng.

"Selain itu kerja sama dengan ICA yang memiliki sekitar 350 anggota di Brunei Darussalam merupakan wujud nyata sinergi antara KBRI dan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam dalam mempromosikan kuliner Indonesia," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa keberadaan sekitar 350 koki asal Indonesia yang bekerja di hotel-hotel top di Brunei, ditambah keberadaan banyak restoran Indonesia dan para pekerja domestik di rumah-rumah warga Brunei secara otomatis ikut serta mempromosikan masakan Indonesia di Brunei Sarussalam.

Selain melakukan demo masak, Chef Juna juga menjadi juri acara Fabulous Indonesian Culinary Challenge pada 9 Desember 2018.

Tidak kurang dari 25 juru masak restoran dan hotel di Brunei serta pelajar sekolah kuliner lokal berkompetisi dalam tiga kategori lomba yaitu bakso display, fruit carving dan black box cooking.

Bahan baku sambal matah khas Bali.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Bahan baku sambal matah khas Bali.
Selanjutnya diadakan makan malam bersama yang dihadiri sekitar 300 orang. Berikutnya dipentaskan beberapa tari dan musik oleh staf KBRI dan warga Indonesia di Brunei.

Acara kolaborasi KBRI Bandar Seri Begawan dan ICA tersebut merupakan salah satu rangkaian Brunei December Festival, yang merupakan usaha Pemerintah Brunei Darussalam untuk menarik wisatawan domestik dan luar negeri ke Brunei pada masa liburan akhir tahun. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X