Jelajah Pantai Menganti di Kebumen, New Zealand-nya Indonesia

Kompas.com - 11/12/2018, 16:17 WIB
Panorama Pantai Menganti, Kebumen berupa perpaduan laut dan perbukitan hijau sehingga seakan berada di New Zealand.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Panorama Pantai Menganti, Kebumen berupa perpaduan laut dan perbukitan hijau sehingga seakan berada di New Zealand.

KEBUMEN, KOMPAS.com - Salah satu tempat yang melintas di pikiran ketika membayangkan keindahan pantai dengan perbukitan hijau di sekitarnya adalah Selandia Baru. Namun ternyata Indonesia juga punya panorama seperti itu, yakni di Pantai Menganti.

Terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Pantai Menganti berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kecamatan Gombong dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam.

Rute paling cepat menuju Pantai Menganti dari Kecamatan Gombong adalah melalui Kecamatan Ayah. Perjalanan kemudian diteruskan melewati Jalan Pantai Menganti.

Menjelang sampai, kondisi jalan akan menanjak dan berkelok di kawasan perbukitan. Kondisi menanjak mulai terasa dari pertigaan menuju Pantai Karangbolong dan Kecamatan Ayah.

Keindahan Pantai Menganti

Kawasan pantai pasir di Menganti berada di sisi barat. Kawasan ini merupakan pantai nelayan. Ketika siang hari, banyak perahu nelayan yang berlabuh di tepi pantai.

Di pantai nelayan pun terdapat banyak warung makan dan kamar mandi untuk pengunjung. Letak pantai ini diapit oleh perbukitan di sekitarnya sehingga panorama bukit hijau turut menghiasi pandangan.

Panorama kawasan pantai nelayan di Menganti dengan tebing perbukitan hijau yang menjorok ke lautan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Panorama kawasan pantai nelayan di Menganti dengan tebing perbukitan hijau yang menjorok ke lautan.

Pengunjung bisa menjamah kawasan bukit yang berada di timur-selatan Pantai Menganti. Untuk bisa ke sana, ada tumpangan pikap gratis. Bukit ini berada di Tanjung Karangbata dan sering disebut sebagai Bukit Gazebo.

Penyebutan itu dikarenakan ada beberapa gazebo sederhana yang dibangun di lereng bukit. Gazebo itu bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat sambil menikmati panorama laut yang berpadu dengan hijaunya pegunungan.

Untuk bisa beristirahat di pondokan, pengunjung tidak perlu membayar. Jika ada yang kosong, maka cukup gunakan saja gazebo itu untuk beristirahat.

Baca juga: Transportasi Wisata ke Kebumen Mulai Rp 74.000, Ini Panduannya

Panorama yang bisa disaksikan dari Tanjung Karangbata memang begitu menawan. Tebing yang menjulang tinggi dan memanjang di tepi laut membuat suasana seperti di Selandia Baru.

Menikmati panorama itu tak harus di gazebo. Duduk di atas lembutnya rumput hijau sambil menikmati suasana pantai dengan gemuruh suara ombak juga merupakan pilihan yang menyenangkan.

Gazebo di perbukitan Tanjung Karangbata Pantai Menganti yang bisa digunakan pengunjung untuk menikmati pemandangan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Gazebo di perbukitan Tanjung Karangbata Pantai Menganti yang bisa digunakan pengunjung untuk menikmati pemandangan.

Terdapat pantai kecil di tanjung ini yang bernama Karangbata. Bibir Pantai Karangbata penuh dengan bebatuan kecil yang dulunya berasal dari gunung api purba di kawasan Pantai Menganti.

Beberapa spot foto juga sudah dibangun oleh pihak pengelola, salah satunya ada di sisi barat daya Tanjung Karangbata, yakni Jembatan Merah. Sesuai namanya, terdapat jembatan berwarna merah yang berdiri di atas batuan karang.

Pengunjung yang senang berkemah pun bisa melakukannya di kawasan perbukitan Tanjung Karangbata. Jika berkemah di sini, maka keindahan pagi juga bisa didapatkan.

Legenda asal nama Menganti

Menurut masyarakat, nama Menganti berasal dari kata “Menanti”. Konon dulu ada panglima perang Majapahit yang melarikan diri ke pesisir selatan ini karena hubungan asmara dengan kekasihnya tidak direstui raja.

Baca juga: Saatnya Kebumen Jadi Destinasi Wisata Utama di Jateng

Mereka berjanji untuk bertemu di tepi pantai ini. Namun setelah sekian lama panglima menanti, kekasihnya tak kunjung datang. Ia pun terus setia menanti di atas perbukitan hijau ini sambil memandang ke arah samudera.

Legenda lain mengenai asal nama Menganti masih berkaitan dengan penantian. Kali ini kisahnya menceritakan persahabatan salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dengan Syekh Subakir.

Pantai Karangbata yang berbatu di kawasan Pantai Menganti, Kebumen.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pantai Karangbata yang berbatu di kawasan Pantai Menganti, Kebumen.

Diceritakan mereka menyebarkan Islam di Jawa secara terpisah dan berjanji bertemu di pantai ini. Sunan Gresik sampai terlebih dahulu dan ia setia menunggu sahabatnya, Syekh Subakir.

Mereka pun akhirnya bertemu dan melanjutkan perjalanannya masing-masing. Penantian Sunan Gresik inilah yang juga dikaitkan dengan asal-usul nama Menganti.



Close Ads X