Buyutan, Pantai Pasir Putih di Pacitan dengan Legenda Mahkota Dewa - Kompas.com

Buyutan, Pantai Pasir Putih di Pacitan dengan Legenda Mahkota Dewa

Kompas.com - 13/12/2018, 12:48 WIB
Pantai Buyutan, Pacitan dengan pasir putihnya.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pantai Buyutan, Pacitan dengan pasir putihnya.

PACITAN, KOMPAS.com - Kabupaten Pacitan dikenal memiliki barisan pantai pasir putih yang begitu indah di pesisir selatannya. Keindahan itu dimulai dari deretan pantai di sebelah baratnya, salah satunya adalah Buyutan.

Buyutan merupakan pantai ketiga paling barat di Pacitan setelah Pantai Kijingan dan Banyutibo. Lokasinya berada di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Baca juga: 4 Pantai di Pacitan yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

Jarak tempuh dari Kota Pacitan adalah sekitar 33 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam. Rute jalannya searah dengan jalan menuju Gua Gong dan Pantai Klayar. Namun sesampainya di Pasar Kalak, perjalan berlajut ke arah barat.

Jika ditempuh dari Surakarta atau Yogyakarta, jarak tempuhnya kurang-lebih 100 kilometer dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Rute tercepat adalah lewat Kecamatan Pracimantoro kemudian belok selatan di Pertigaan Giribelah ke arah Pantai Nampu.

Menjelang Pantai Nampu, nantinya akan dijumpai percabangan jalan ke arah timur. Cukup ikuti jalan itu dan setelah pos retribusi Pantai Bayutibo, akan dijumpai petunjuk arah menuju Pantai Buyutan.

Kebun kedelai instagramable

Sebelum sampai Pantai Buyutan, Anda akan melewati perkebunan kedelai. Mereka yang baru pertama kali melewatinya kemungkinan besar akan terpukau dengan panorama kebun kedelai, berpadu dengan birunya laut di ujung selatan.

Kebun kedelai ini begitu luas dengan warna hijau bercampur kuning. Keindahannya membuat area perkebunan ini cocok untuk latar berfoto. Pengunjung bisa berfoto sebelum sampai pantai atau sebelum pulang.

Perkebunan kedelai ini biasanya sedang bagus-bagusnya sekitar Bulan April hingga Mei karena curah hujan sudah mulai berkurang. Ketika puncak musim hujan, maka kebun kedelai berubah menjadi areal persawahan.

Perkebunan kedelai akan menyambut wisatawan menjelang sampai Pantai Buyutan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Perkebunan kedelai akan menyambut wisatawan menjelang sampai Pantai Buyutan.

Setelah melewati perkebunan kedelai atau persawahan, tibalah perjalanan di area parkir pertama Pantai Buyutan. Parkiran ini diperuntukkan untuk bus atau kendaraan besar karena menuju bibir jalannya cukup terjal.

Pengunjung yang tidak berani melewati tanjakan dengan kendaraan bisa parkir di sini. Menuju bibir pantai selanjutnya bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau naik ojek seharga Rp 10.000 pulang-pergi.

Pantai Buyutan dari ketinggian

Keindahan Pantai Buyutan bahkan sudah tersaji sebelum perjalanan mencapai tepi laut. Sebelum melewati turunan, Pantai Buyutan terlihat begitu menawan dari ketinggian.

Garis pantai pasir putih memanjang berpadu dengan warna biru air laut dan angkasa, serta perbukitan hijau terlihat begitu indah. Jika membawa lensa tele, maka barisan tebing tepi laut yang memanjang ke arah barat akan turut terlihat menghias pandangan.

Tempat terbaik untuk memandang keindahan Pantai Buyutan dari ketinggian adalah di kawasan tebing sebelah timur sebelum jalan turun. Ujung tebing dengan pemandangan terbuka ke arah Pantai Buyutan dapat dicapai dengan berjalan kaki sejenak.

Keindahan Pantai Buyutan dilihat dari tebing sebelah timur.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Keindahan Pantai Buyutan dilihat dari tebing sebelah timur.

Spot ini menjadi tempat foto favorit pengunjung. Waktu terbaik untuk menjepret dari sini adalah sebelum tengah hari. Matahari yang masih di timur sangat mendukung pencahayaan untuk foto.

Salah satu keunikan di Pantai Buyutan adalah adanya gugusan batu karang di area lepas pantainya. Karang itu pun memiliki namanya masing-masing, yakni Watu Bale, Watu Pasar, Watu Kerun, Watu Kenong, dan Watu Narada.

Baca juga: Sentono Gentong, Memandang Indahnya Pacitan dari Ketinggian

Khusus batu terakhir, penamaannya tidak lepas dari legenda yang ada di Pantai Buyutan. Bentuk batu itu menyerupai mahkota. Konon legendanya batu itu adalah mahkota Dewa Narada dalam pewayangan Jawa.

Dicetitakan ketika ia terbang di atas Pantai Buyutan, mahkotanya terjatuh. Oleh karena itu batu karang mirip mahkota itu pun dinamai Watu Narada.

Pasir putih Pantai Buyutan

Pengunjung yang berani membawa kendaraannya turun bisa parkir di dekat bibir pantai. Begitu sampai, rasanya seolah tidak sabar untuk segera bermain air laut di atas pasir putih Pantai Buyutan.

Panjang garis Pantai Buyutan cukup luas sehingga bisa menampung banyak orang. Kawasan pantai pasir putih ada di sebelah timur, sementara di sebelah barat merupakan pantai berbatu.

Pengunjung bisa menjelajah seluruh kawasan pantai dari timur ke barat dengan berjalan kaki di atas pasir putih yang lembut. Baik itu pantai pasir atau pantai berbatu, semuanya cocok digunakan sebagai latar berfoto.

Ketika tidak pasang, ombak di Pantai Buyutan tidaklah terlalu besar. Pengunjung bisa bermain air di tepi lautnya. Sementara itu kegiatan berenang tidak diperbolehkan di sini.

Pantai Buyutan dilihat dari sisi barat yang merupakan kawasan pantai berbatu.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pantai Buyutan dilihat dari sisi barat yang merupakan kawasan pantai berbatu.

Selain karena ombak yang besar jika semakin ke tengah, terdapat batuan karang yang membatasi kawasan pantai pasir dengan laut lepas. Kondisi ini khas dimiliki pantai selatan dari Gunungkidul sampai Pacitan.

Waktu terbaik untuk mengujungi Pantai Buyutan adalah pagi hari yang cerah sekitar pukul 07.00 WIB-09.00 WIB. Pada rentang waktu itu, cuaca belum begitu panas sehingga sangat nyaman untuk bermain di pantai.

Baca juga: Nirwana Tersembunyi di Selatan Pacitan

Sore hari juga merupakan waktu yang pas untuk berkunjung ke pantai ini. Jika cuaca sedang bagus, maka syahdunya matahari terbenam yang berdampingan dengan lautan dan  akan bisa disaksikan.

Pantai ini juga merupakan tujuan favorit untuk berkemah. Setiap akhir pekan atau libur panjang, ada banyak wisatawan yang berkemah di sini.

Fasilitas penunjang wisata juga sudah lengkap. Telah tersedia warung makan, kamar mandi, serta toilet bagi para wisatawan di Pantai Buyutan ini.


Terkini Lainnya


Close Ads X