Kompas.com - 14/12/2018, 20:05 WIB
Sayur kol. ShutterstockSayur kol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sayur kol tentu tak asing bagi masyarakat Indonesia. Ada banyak olahan makanan yang menggunakan sayur kol seperti sup, tongseng, capcay, dan kuliner lainnya.

Sayur kol juga tak hanya diolah bersama bahan lainnya. Sayur kol juga biasa disantap sebagai lalapan di kuliner pecel ayam, pecel lele, maupun dicocol langsung dengan sambal.

Kedekatan sayur kol dengan masyarakat Indonesia ternyata punya cerita sejarah yang berhubungan dengan kedatangan bangsa Eropa. Hal tersebut diungkapkan oleh sejarawan kuliner, Fadly Rahman.

"Kalau melihat  dari perjalanan kolnya sendiri, secara historis kol bukan tanaman Indonesia, tapi tanaman dari Eropa, dibawa dibudayakan oleh orang Eropa abad 17. Sekarang sudah jadi tanaman kita," kata Fadly saat dihubungi KompasTravel, Jumat (14/12).

Bangsa Eropa kala itu membawa sayur kol ke Indonesia sebagai untuk ditanam dan dibudidayakan. Fadly menyebut berdasarkan serat Centhini terbitan tahun 1816, ada sayuran-sayuran dari Eropa yang dibawa seperti peterseli, kol, kentang, nanas dan sayuran lainnya.

"Sayuran itu yang dibutuhkan mereka pada masa itu. Kol memang disukai sebagai sayuran pelengkap, entah sebagai garnis, entah bahan di sayur seperti sop. Kol punya kandungan air yang cukup. Itu kenapa kalau sekarang pecel lele, ada juga kol digoreng." katanya.

Pada awalnya, sayur kol dimasak orang Belanda jadi makanan bernama zuurkool, stamppot, boerenkool soep, dan sauerkraut. Kuliner tersebut biasa disantap oleh orang Belanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Misal di resep-resep eropa seperti sup kol. Kol memang dimanfaatkan sebagai bahan sayuran dan dimasak bersama daging kaldu. Sama persis dengan kita seperti tongseng atau disesuaikan dengan kondisi. Lama-lama setelah dibudidayakan lokal, sebagai kuliner lokal indonesia," katanya.
 
Saat ini, lanjut Fadly, sayur kol telah menjadi bagian dari kuliner Indonesia baik di skala domestik maupun industri kuliner. Ia mengatakan sayur kol digemari lantaran punya kandungan air yang tinggi.

"Itu alasan kenapa kol juga dipakai sebagai sensasi tersendiri untuk bahan makan seperti lalapan. Perkembangannya, setelah kol dibudidayakan secara agrikultur, kol jadi varietas lalapan misalnya orang Sunda. Kol itu sebenarnya bukan tanaman lokal di Jawa Barat," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.