Reza Sulila, Nou Gorontalo Ujung Tombak Pariwisata - Kompas.com

Reza Sulila, Nou Gorontalo Ujung Tombak Pariwisata

Kompas.com - 17/12/2018, 07:52 WIB
Reza Sulila, mahasiswa komunikasi Universitas Negeri Gorontalo yang menjadi Nou Gorontalo. Ia berperan menjadi ujung tombak komunikasi pariwisata Gorontalo.ARSIP REZA SULILA Reza Sulila, mahasiswa komunikasi Universitas Negeri Gorontalo yang menjadi Nou Gorontalo. Ia berperan menjadi ujung tombak komunikasi pariwisata Gorontalo.

GORONTALO, KOMPAS.com – “Daerah kami kaya dengan beragam daya tarik wisata, hiu paus, maleo, babi rusa, anoa, rangkong, panas bumi, tarian, adat, hingga cerira rakyat,” kata Reza Seprianty Sulila, perwakilan Bone Bolango yang terpilih sebagai Nou Gorontalo pada pemilihan Nou dan Uti Provinsi, Minggu (16/12/2018).

Nou dan Uti, seperti None dan Abang Jakarta, merupakan  seleksi kaum muda Gorontalo untuk memilih yang terbaik, cerdas, berkepribadian dan visioner.

Reza Seprianty Sulila yang akrab disapa Eca, bersama  Bayu Anggala Putra dari Boalemo yang terpilih sebagai Uti, menjadi ujung tombak komunikasi pariwisata Gorontalo.

Baca juga: 3 Pulau Cantik Andalan Pariwisata Gorontalo

Eca adalah mahasiswa semester 3 Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo.  Ia memahami daerahnya sebagai provinsi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata, Gorontalo menyimpan kekayaan alam dan budaya.

“Hutan kami masih yang terbaik di kawasan Wallacea, juga tradisi yang masih dianut masyarakatnya. Silakan datang untuk membuktikan,” ujar Eca.

Baca juga: Menyaksikan Kemunculan Hiu Paus di Perairan Gorontalo

Ia menyontohkan, mulai manusia Gorontalo masih dalam rahim ibunya, tradisi sudah dijalankan untuk memuliakan kehidupannya, dijalankannya tradisi molonthalo atau raba puru yang diikuti kerabat dan tetangga, juga saat dilahirkan yang dilanjutkan dengan mohuntingo, momeati, siraman, pernikahan dengan ragam tata upacara hingga pada kematian manusia.

Pulau Saronde menjadi lokasi pelaksanaan Festival Pesona Saronde di Kabupaten Gorontalo Utara. Sejumlah peserta rally yacht internasional meramaikan kegiatan iniKOMPAS.COM/ROSYID AZHAR Pulau Saronde menjadi lokasi pelaksanaan Festival Pesona Saronde di Kabupaten Gorontalo Utara. Sejumlah peserta rally yacht internasional meramaikan kegiatan ini
Dalam beberapa tradisi selalu melibatkan tarian seperti dalam prosesi pernikahan ada tari molapi saronde dari calon pengantin pia, tidi polopalo yang ditarikan mempelai wanita, tari dana-dana hingga langga, gerak seni beladiri tradisional Gorontalo. Belum terhitung tradisi lainnya yang tidak kalah menariknya.

“Kekayaan budaya ini belum banyak dieksplorasi untuk kepentingan pariwisata, menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Eca.

Baca juga: Gorontalo Berencana Kembangkan Wisata Halal

Eca yakin pariwisata Gorontalo akan berkembang seiring waktu tanpa harus menunggu waktu yang lama. Ia memaparkan, kekayaan alam yang berlimpah, hutan yang masih perawan merupakan rumah yang nyaman berbagai satwa unik, termasuk yang endemik.

Posisi Gorontalo di kawasan Wallacea menjadikan daerah ini memiliki keragaman hayati yang unik, perpaduan antara Asia dan Australia. Sang penjelajah dunia, Alfred Russel Wallace sudah membuktikan betapa kaya daerah ini.

“Sudah banyak wisatawan asing yang datang, namun ini perlu digenjot lagi agar memberi manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat,” ujar Eca.

Ia menyadari selama ini banyak wistawan asing hanya lalu lalang di Gorontalo dalam perjalanannya antara Manado dan Togean.

Balap Roda Sapi salah satu atraksi menarik yang digelar setiap tahun oleh masyarakat Jawa Tondano di Gorontalo.KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR Balap Roda Sapi salah satu atraksi menarik yang digelar setiap tahun oleh masyarakat Jawa Tondano di Gorontalo.
Lambat laun ini harus diubah, mereka harus diajak komunikasi yang lebih baik agar mau melihat maleo, rangkong, babi rusa, hiu paus atau menari bersama warga, menikmati nikmatnya bilentango (ikan bela rica), ilabulo (sagu dan jeroan ayam yang dibakar), binthebiluhuta (sup jagung muda) hingga ilepao (sagu dan larva ikan yang dipepes).

“Kami punya semuanya, tinggal bagaimana strategi komunikasinya,” ujar Eca.

Ia tidak sendirian, banyak orang  yang memiliki visi yang sama untuk kemajuan pariwisata Gorontalo. Mereka berada di berbagai lini, hotel, travel, pemandu, restoran, sanggar seni, masyarakat lokal, juga pemerintah.

Eca berharap semua unsur ini bisa bersinergi yang mampu menghasilkan percepatan pengembangan pariwisata, seperti yang diharapkan Nancy Lahay, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

“Kami berusaha melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan pariwisata, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota,” kata Nancy Lahay.

Seorang peneliti dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melakukan pemasangan transmitter kepada hiu paus yang baru datang di Botubarani, Gorontalo.Dok BPSPL Makassar Seorang peneliti dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melakukan pemasangan transmitter kepada hiu paus yang baru datang di Botubarani, Gorontalo.
Salah satu yang digeber Pemerintah Provinsi Gorontalo adalah membangun infrastruktur yang memudahkan wisatawan mengakses obyek wisata.

Gorontalo memiliki keindahan laut di perairan utara, membujur dari perbatasan dengan Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara hingga ke perbatasan Buol, Sulawesi Tengah.

Di sepanjang  pantai ini terdapat lebih dai 50 pulau kecil yang eksotis, termasuk Pulau Saronde yang terkenal, Pulau Raja, Mas dan Popaya yang menjadi Cagar Alam kelas dunia. Bahkan Pulau Raja ini menjadi kawasan konservasi setelah ditetapkan oleh Ratu Wilhemina, pada masa kolonial Belanda.

Sementara di perairan selatan, Teluk Tomini adalah jaminan keindahan tersendiri. Teluk terbesar di dunia yang berada di khatulistiwa ini menyimpan keindahan lautan tiada tara.

Salah satunya adalah Kepulauan Togean yang masuk wilayah Sulawesi Tengah, keindahan serupa juga berada di wilayah Gorontalo seperti taman laut Olele.

Taman Nasional Kepulauan Togean.DOK INDONESIA.TRAVEL Taman Nasional Kepulauan Togean.
“Kuncinya adalah komunikasi, termasuk memanfaatkan jaringan pariwisata dunia,” kata Eca.

Ia berharap para wisatawan asing bisa berlama-lama tinggal di Gorontalo karena apa yang dibutuhkan ada di sini. Jika sudah mendapat kepercayaan wisatawan, ini harus dijaga agar reputasi daerah ini terus meningkat di mata internasional.



Close Ads X