Kompas.com - 17/12/2018, 07:52 WIB
Balap Roda Sapi salah satu atraksi menarik yang digelar setiap tahun oleh masyarakat Jawa Tondano di Gorontalo. KOMPAS.COM/ROSYID AZHARBalap Roda Sapi salah satu atraksi menarik yang digelar setiap tahun oleh masyarakat Jawa Tondano di Gorontalo.

“Sudah banyak wisatawan asing yang datang, namun ini perlu digenjot lagi agar memberi manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat,” ujar Eca.

Ia menyadari selama ini banyak wistawan asing hanya lalu lalang di Gorontalo dalam perjalanannya antara Manado dan Togean.

Lambat laun ini harus diubah, mereka harus diajak komunikasi yang lebih baik agar mau melihat maleo, rangkong, babi rusa, hiu paus atau menari bersama warga, menikmati nikmatnya bilentango (ikan bela rica), ilabulo (sagu dan jeroan ayam yang dibakar), binthebiluhuta (sup jagung muda) hingga ilepao (sagu dan larva ikan yang dipepes).

“Kami punya semuanya, tinggal bagaimana strategi komunikasinya,” ujar Eca.

Ia tidak sendirian, banyak orang  yang memiliki visi yang sama untuk kemajuan pariwisata Gorontalo. Mereka berada di berbagai lini, hotel, travel, pemandu, restoran, sanggar seni, masyarakat lokal, juga pemerintah.

Eca berharap semua unsur ini bisa bersinergi yang mampu menghasilkan percepatan pengembangan pariwisata, seperti yang diharapkan Nancy Lahay, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

“Kami berusaha melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan pariwisata, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota,” kata Nancy Lahay.

Seorang peneliti dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melakukan pemasangan transmitter kepada hiu paus yang baru datang di Botubarani, Gorontalo.Dok BPSPL Makassar Seorang peneliti dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melakukan pemasangan transmitter kepada hiu paus yang baru datang di Botubarani, Gorontalo.
Salah satu yang digeber Pemerintah Provinsi Gorontalo adalah membangun infrastruktur yang memudahkan wisatawan mengakses obyek wisata.

Gorontalo memiliki keindahan laut di perairan utara, membujur dari perbatasan dengan Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara hingga ke perbatasan Buol, Sulawesi Tengah.

Di sepanjang  pantai ini terdapat lebih dai 50 pulau kecil yang eksotis, termasuk Pulau Saronde yang terkenal, Pulau Raja, Mas dan Popaya yang menjadi Cagar Alam kelas dunia. Bahkan Pulau Raja ini menjadi kawasan konservasi setelah ditetapkan oleh Ratu Wilhemina, pada masa kolonial Belanda.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.