Kompas.com - 17/12/2018, 08:35 WIB
Wisatawan berpose dengan komodo dalam jarak aman yang ditentukan ranger. Ranger TN Komodo, SulaimanWisatawan berpose dengan komodo dalam jarak aman yang ditentukan ranger.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kabupaten Manggarai Raya, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Pemprov NTT menghentikan wacana kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo sebagaimana di wacanakan oleh Gubernur NTT Viktor B Laiskodat belum lama ini.

Dewan Pimpinan Cabang Asita Manggarai Barat sudah mengirimkan surat kepada Gubernur NTT di Kupang dengan No.22/ASITA-MB/IX/2018, perihal, pernyataan sikap penolakan wacana kenaikan tarif masuk ke TN Komodo.

Surat pernyataan sikap penolakan wacana ini ditandatangani atas nama Ketua Dewan Pimpinan Cabang ASITA Manggarai Barat, Donatus Matur dan Sekretarisnya, Ali Sahudin tertanggal 14 Desember 2018.

Baca juga: Wisman Batalkan Kunjungan ke TN Komodo, Ini Alasannya...

Surat pernyataan ini diterima Kompas.com, Minggu (16/12/2018), melalui surat elektronik dan Whatsapp.

Matur menjelaskan, Dewan Pimpinan Cabang Asita Manggarai Raya mendesak Pemprov NTT untuk segera menghentikan wacana kenaikan tarif masuk TN Komodo.

Baca juga: Asita NTT: Gubernur Tak Mungkin Pentingkan Komodo daripada Manusia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, mendesak Pemprov NTT segera mengeluarkan pernyataan resmi secara tertulis bahwa rencana kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo masih sebatas wacana.

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (kanan), Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi (tengah) dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT. ASDP Indoneia Ferry (Persero) Christine Hutabarat berpose bersama sambil melompat di atas kapal Wisata KMP Komodo saat peluncuruannya di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT, Sabtu (1/12/2018). Kapal wisata milik PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada 12 Desember 2018 dengan harga tiket per orang mencapai Rp 800.000, dan diluncurkan guna mendukung kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo (TNK).ANTARA FOTO/KORNELIS KAHA Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (kanan), Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi (tengah) dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT. ASDP Indoneia Ferry (Persero) Christine Hutabarat berpose bersama sambil melompat di atas kapal Wisata KMP Komodo saat peluncuruannya di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT, Sabtu (1/12/2018). Kapal wisata milik PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada 12 Desember 2018 dengan harga tiket per orang mencapai Rp 800.000, dan diluncurkan guna mendukung kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo (TNK).
Pernyataan resmi ini untuk memberikan kepastian kepada wisatawan mancanegara dan Nusantara, baik yang telah melakukan konfirmasi pemesanan paket wisata ke TN Komodo maupun wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan wisata ke TN Komodo.

Baca juga: Ketum Asita sebut Pernyataan Gubernur NTT tentang Komodo Bisa Buat Wisatawan Takut

Pernyatan resmi tersebut harus disampaikan kepada publik melalui media baik media lokal, nasional dan media internasional paling lambat tanggal 18 Desember 2018.

"Pernyataan resmi tersebut menjadi kekuatan bagi kami Asita Manggarai Raya untuk terus melakukan promosi paket wisata kepada wisatawan domestik dan wisman," kata Donatus Matur.

Ketiga, mendesak Pemprov NTT untuk meminta kepada wisatawan agar tidak ragu datang ke TN Komodo dengan alasan adanya wacana kenaikan tarif masuk TN Komodo.

Baca juga: Menteri BUMN Resmikan Kapal Wisata Komodo

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.