Citilink Terbang dari Banyuwangi - Kuala Lumpur PP

Kompas.com - 19/12/2018, 21:06 WIB
Pesawat Citilink yang melakukan penerbangan internasional perdana dari Banyuwangi menuju Kuala Lumpur Rabu (19/12/2018) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiPesawat Citilink yang melakukan penerbangan internasional perdana dari Banyuwangi menuju Kuala Lumpur Rabu (19/12/2018)

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Penerbangan langsung internasional dengan rute Banyuwangi Kuala Lumpur (PP) berangkat kali pertama pada Rabu (19/12/2018) dengan penumpang sebanyak 66 orang dari Bandara Internasional Banyuwangi.

Para penumpang dilayani dengan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 514. Penerbangan ini dilakukan pukul 08.20 WIB dan diperkirakan tiba pukul 12.10 waktu setempat. 

Pesawat dari Kuala Lumpur Malaysia nomor penerbangannya adalah QG 515 dan pesawat akan berangkat pukul 13.20 dan dijadwalkan tiba di Banyuwangi pukul 15.10 WIB.

Erna Samsul Hadi, istri Samsul Hadi, Bupati Banyuwangi periode 2000-2005 dan kedua anaknya serta beberapa kyai, pengasuh pondok pesantren di Banyuwangi ikut dalam penerbangan perdana itu.

"Alhamdulillah. Saya terharu bisa ikut penerbangan perdana internasional ini. Penerbangan ini sudah cita cita bapak sejak dulu saar awal menjabat jadi bupati Banyuwangi," kata Erna dengan mata berkaca-kaca.

Wisatawan menikmati pemandangan danau kawah gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Wisatawan menikmati pemandangan danau kawah gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sengaja memfasilitasi keluarga Bupati sebelumnya untuk mengikuti penerbangan internasional perdana sebagai bentuk penghargaan kepada generasi sebelumnya.

"Mengajak keluarga almarhum bupati Samsul adalah bentuk penghormatan kepada beliau. Ini juga menunjukkan bahwa pendahulu dan penerus harus bersilaturahmi. Tidak boleh melupakan sejarah dan pendahulu kita," jelas Anas.

Selain keluarga Bupati Samsul, Anas mengaku juga mengundang, Ratna Ani Lestari bupati Banyuwangi periode 2005-2010, namun Ratna tidak bisa hadir karena ada kesibukan dan tinggal di luar kota.

"Saya berharap, penerbangan internasional ini bisa mendorong berbagai sektor ekonomi untuk tumbuh dan berkontrubusi ke kesejahteraan warga Banyuwangi," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X