Kompas.com - 20/12/2018, 07:18 WIB
KMP Komodo berlayar menuju Pulau Rinca saat peluncurannya di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12/2018). Kapal wisata berkapasitas 80 orang dengan kecepatan 9 knot tersebut sebagai alternatif moda transportasi laut bagi masyarakat Labuan Bajo maupun wisatawan menuju Pulau Komodo, yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSOKMP Komodo berlayar menuju Pulau Rinca saat peluncurannya di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12/2018). Kapal wisata berkapasitas 80 orang dengan kecepatan 9 knot tersebut sebagai alternatif moda transportasi laut bagi masyarakat Labuan Bajo maupun wisatawan menuju Pulau Komodo, yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Cabang Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur menegaskan, wisatawan jangan takut dengan wacana kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo yang dilontarkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat belum lama ini.

Alasan Asita wacana itu tidak bisa diberlakukan di TN Komodo karena begitu banyak peraturan pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya Kabupaten Manggarai Barat yang mengatur retribusi atau tarif masuk di TN seluruh Indonesia, termasuk TN Komodo.

Baca juga: Pemprov NTT Didesak Hentikan Wacana Kenaikan Tarif Masuk ke TN Komodo

Untuk itu wisatawan mancanegara di seluruh dunia dan Nusantara tetap melakukan perjalanan wisata serta memesan paket perjalanan wisata ke Taman Nasional Komodo untuk Desember 2018 dan tahun 2019 yang akan datang karena masih berlaku tarif masuk ke Taman Nasional yang sudah ditetapkan Pemerintah Indonesia selama ini.

“Ini hanya sebuah wacana yang dilontarkan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat. Wacana ini tidak akan dilaksanakan di tahun-tahun mendatang kecuali mengubah seluruh peraturan yang sudah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tentang retribusi Taman Nasional di seluruh Indonesia termasuk Taman Nasional Komodo," kata Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Manggarai Barat, Donatur Matur kepada Kompas.com, Rabu (19/12/2018).

Baca juga: Asita NTT: Gubernur Tak Mungkin Pentingkan Komodo daripada Manusia

Menurut Matur, Asita Manggarai Barat mengimbau wisatawan, baik dalam maupun luar negeri tetap melakukan perjalanan wisata ke TN Komodo tahun 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pemenang Pegipegi Yuk! Jelajah Indonesiamu saat snorkeling di kawasan Manjerite, Taman Nasional Komodo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (30/11/2018).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Para pemenang Pegipegi Yuk! Jelajah Indonesiamu saat snorkeling di kawasan Manjerite, Taman Nasional Komodo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (30/11/2018).
"Asita Manggarai Barat akan menginformasikan kepada seluruh agen perjalanan wisata lokal dan mancanegara untuk memberitahukan kepada wisatawan agar tetap berwisata ke TN Komodo,” katanya.

Baca juga: Wisatawan Diimbau Tak Perlu Takut dengan Pernyataan Gubernur NTT terkait Komodo

Matur menjelaskan, Selasa (18/12/2018), Asita Manggarai Barat, HPI Manggarai Barat, PHRI Manggarai dan Asosiasi Angkutan Kapal Wisata dan Forum Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat dan berbagai organisasi pariwisata, Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Provinsi NTT sudah berdialog dengan DPRD Manggarai Barat, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla bserta Balai Taman Nasional Komodo Manggarai Barat.

Hasilnya, DPRD Manggarai Barat menolak wacana kenaikan tarif masuk ke TN Komodo yang diwacanakan Gubernur NTT.

Bupati Manggarai Barat mengatakan bahwa ini hanya sebuah wacana, masih banyak tahap-tahap lain yang harus dilalui apabila mewacanakan kenaikan tarif masuk TN seluruh Indonesia, termasuk TN Komodo karena semua retribusi sudah diatur oleh Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat sudah memiliki Peraturan Daerah tentang tarif masuk ke TN Komodo, yakni Perda No.1 Tahun 2018, tentang retribusi Obyek wisata di seluruh Manggarai Barat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.