Kompas.com - 21/12/2018, 17:11 WIB
Tampak lokasi Bintan New Airport di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (23/3/2018). Kepulauan Riau akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan di perbatasan RI. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERATampak lokasi Bintan New Airport di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (23/3/2018). Kepulauan Riau akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan di perbatasan RI.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata akan fokus menggarap daerah perbatasan di Indonesia sebagai destinasi wisata andalan guna menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, usai acara Jumpa Pers Akhir Tahun yang dihelat Kemenpar, Kamis (20/12/2018).

Arief mencontohkan, Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan dengan Singapura menangguk sukses besar dalam menggaet wisman.

"Menarik 100 ribu orang di Kepri itu mudah. Tahun ini saja, penambahan (wisatawan yang datang) sampai 500 ribu. Itu tidak terjadi di daerah lain," sebut Arief.

Arief memandang potensi Kepri memancing kunjungan wisman semakin besar lantaran posisi geografisnya yang berdekatan dengan Singapura.

Menurutnya, Singapura yang menjadi persinggahan warga dunia tidak memiliki atraksi wisata. Kepri dapat menambal lubang itu, sehingga terjadi hubungan yang saling melengkapi antara keduanya.

"Singapura menjadi hub. Hilangkan mindset batas-batas administrasi negara, anggaplah Singapura provinsi ke-35 kita," lanjutnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Strategi cross border tourism ini juga akan merambah wilayah perbatasan lain, khususnya melalui perbatasan darat (overland). Arief berkaca pada tren pariwisata di Eropa, di mana strategi cross border tourism dilakoni secara overland dari negara satu ke negara lainya.

"Saya meyakini semua yang overland, mau di Atambua atau Kalimantan Barat, akan mudah menarik ratusan ribu orang yang belum pernah kita lakukan," ujarnya optimistis.

Melengkapi cross border tourism, Kemenpar RI juga akan fokus menggarap pangsa pasar milenial yang, menurut Arief, belum terlayani dengan optimal. Sejauh ini, strategi tersebut masih terus dikembangkan melalui program destinasi digital.

Sejumlah program khusus milenial akan digarap serius, mulai dari perumusan event, paket wisata, dan strategi promosi.

Wisata berpindah (nomadic tourism) akan menjadi salah satu jenis wisata yang akan digencarkan karena cocok dengan karakter milenial yang mengedepankan pengalaman. Selain itu, jenis wisata ini juga amat erat dengan wisata secara overland.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X