Kompas.com - 22/12/2018, 21:05 WIB
Lanskap di salah satu sisi Danau Lut Tawar, Takengon, Aceh. KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQLanskap di salah satu sisi Danau Lut Tawar, Takengon, Aceh.

TAKENGON, KOMPAS.com - Dengan segala keindahan alamnya, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, menawarkan beragam destinasi wisata dan budaya yang pantas untuk disajikan kepada wisatawan.

Bermacam tawaran kegiatan dalam rangka mempromosikan potensi wisata kian berdatangan. Tak terkecuali, Gayo Camping Ground, yang dilakukan oleh sejumlah pemuda pada 29-30 Desember Mendatang di lokasi wisata Ujung Nunang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Gayo Camping Ground, Satria Darmawan, potensi yang dimiliki oleh Dataran Tinggi Gayo, salah satunya Kabupaten Aceh Tengah, pantas untuk dipromosikan kepada masyarakat dipenjuru tanah air maupun di tingkat internasional.

"Selain Kopi Arabika Gayo, kita punya kekuatan promosi wisata lainnya, seperti panorama alam hijau yang membentang. Ditambah Danau Lut Tawar, yang berada persis di pinggir Kota Takengon," kata Satria, Sabtu (22/12/2018).

Menurutnya, Gayo Camping Ground menawarkan sejumlah acara, mulai dari even kebudayaan seperti penampilan Saman, Tari Guel, Didong Gayo, celebration fireworks, dan pelepasan lampion serta dihibur dengan penampilan artis lokal, seperti Ervan Ceh Kul dan kawan-kawan.

"Camping atau kemah akbar ini sebagai upaya memperkenalkan seni budaya kita kepada publik dari luar Aceh, karena saat ini mulai banyak masyarakat luar yang kenal Gayo, tetapi mungkin hanya dari internet atau dari televisi, sekarang kita tawarkan langsung kepada mereka, ini lho kebudayaan yang ada di sini," ucap Satria.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelangi muncul di atas Danau Lut Tawar, Takengon.KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Pelangi muncul di atas Danau Lut Tawar, Takengon.

Beberapa tahun sebelumnya, acara serupa pernah digelar. Namun, jelas Satria, acara terbatas hanya untuk peserta dari Provinsi Aceh saja. Kali ini, ia mengaku telah membuka peluang kepada masyarakat luar Aceh untuk mendaftar.

"Kami buka untuk umum, tetapi dengan membayar biaya pendaftaran Rp 100 ribu perorang, sementara untuk paket keluarga kita kenakan biaya Rp 300 ribu," jelas Satria.

Biaya tersebut, lanjutnya, setiap peserta mendapatkan paket berupa tenda perorangan atau keluarga, konsumsi, suvenir, serta paket hiburan lainnya, termasuk untuk kegiatan amal seperti bibit pohon dan bibit ikan. Panitia juga akan memutar film terkait pesona Aceh Tengah di lokasi tersebut.

"Kami akan tabur ikan endemik Danau Lut Tawar, yakni ikan depik. Sementara penanaman pohon alpukat akan kita lakukan di sekitar danau, karena lokasi acara Gayo Camping Ground memang digelar di salah satu lokasi wisata yang ada di pinggiran danau," terangnya.

Sampai saat ini, selain dari Banda Aceh, peserta yang telah mendaftar antara lain dari Sumatera Utara, Pekan Baru, beberapa daerah dari Pulau Jawa dan dari Kalimantan.

Beberapa tahun yang lalu, acara hanya dengan 100 peserta. Pada akhir Desember nanti akan diikuti oleh 500 peserta.

"Sudah ada konfirmasi sampai 700 calon peserta, ini sudah melebihi kuota, namun kita lihat kondisi nanti, tetapi silahkan daftar bagi yang berminat, siapa tahu nanti ada yang membatalkan," tambahnya.

Kegiatan Gayo Camping Ground kali ini, mengangkat tema Beautiful Dream In My Camp. Ia berharap, setiap peserta akan menikmati rangkaian kegiatan dengan ratusan penghuni tenda, sambil menikmati even budaya, panorama alam dan acara hiburan lainnya di daerah berjuluk negeri di atas awan ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X