Kompas.com - 23/12/2018, 17:21 WIB
Kondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018). Pusdalsis KGKondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018).

Salah satu kerabat berhasil menyalakan mobil dan memarkirkannya di dataran lebih tinggi. Atas ujaran warga lokal, mereka berempat bertolak ke Balai Desa yang terletak di atas bukit.

"Suasana di Balai Desa, banyak warga dan wisatawan mengungsi. Ada yang berdarah, ada yang rebahan, ada yang mencari anggota keluarganya yang hilang," tambahnya.

Sebetulnya saat itu bisa saja Aji dan rombongan memutuskan untuk pulang. Namun mereka gambling, selama 1,5 jam perjalanan dari Tanjung Lesung akan melewati pantai. Bagaimana jika ada tsunami susulan? Bagaimana jika mereka terjebak puing-puing dan pohon tumbang?

Baca juga: Ketua Asita Banten: Pariwisata di Pantai Anyer Tak Terdampak

Hingga akhirnya dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, salah satu petugas hotel mengirimkan Whatsapp yang mengatakan bahwa barang-barang mereka sudah bisa diambil. Begitu tiba di kamar, sesuai dugaan, kondisi hancur lebur. Pecahan kaca berserakan, televisi terbalik di lantai.

"Tiba-tiba air laut surut, sepanjang mata memandang. Kami langsung buru-buru ambil barang dan kembali lagi ke Balai Desa," tuturnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Aji dan rombongan memutuskan untuk pulang. Sepanjang garis pantai tampak sampah berserakan, puing-puing bangunan, dan pohon tumbang. Motor warga, mobil polisi, dan ambulans hilir-mudik sepanjang jalan.

"Tiba dengan selamat di Jakarta sekitar jam setengah 10," kata Aji, menghela nafas lega.

Pengetahuan tentang kondisi darurat

Dari pengalaman Aji menghadapi near death experience, ada beberapa hal yang menurutnya bisa menjadi pelajaran untuk semua wisatawan.

"Pertama, wisatawan harus punya pengetahuan terhadap kondisi darurat. Baik itu di pantai, gunung, tempat wisata manapun," tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.