Dari Secangkir Kopi hingga Spot Foto di Gunung Salak

Kompas.com - 28/12/2018, 16:07 WIB
Pengunjung menikmati kopi di Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).KOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung menikmati kopi di Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).

TAKENGON, KOMPAS.com – Belasan mobil berjejer di depan sebuah kafe, persis di puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).

Sebagian pengunjung itu hanya singgah sebentar, melepas penat, setelah melewati puluhan kilometer dari Kabupaten Bener Meriah menuju Medan, Sumatera Utara.

Jalan aspal nan mulus itu menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah. Rute ini pula kerap digunakan masyarakat untuk menuju Medan, Sumatera Utara. Sehingga, lajur itu menjadi salah satu lajur terpadat saat ini.

Baca juga: Taman Bunga Cantik di Kaki Gunung Slamet

Sebagian remaja memang sengaja menghabiskan sore di kawasan wisata yang populer sejak dua tahun terakhir ini. Jalanan menanjak dan menurun menjadi sensasi tersendiri bagi pengendara.

Pedagang jagung di Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).KOMPAS.com/MASRIADI Pedagang jagung di Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).
Di salah satu kafe, terlihat pengunjung bersantai sembari menikmati matahari sore. Menyeruput kopi dan penganan kecil lainnya.

Baca juga: 3 Pantai Paling Populer di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe

Jika ingin membeli penganan rakyat seperti jagung bakar, bakso bakar dan lainnya juga tersedia di pinggir jalan.

“Hari ini saya hanya bawa 30 jagung bakar. Habis semua, ini terakhir,” kata Nur Hayati, pedagang jagung asal Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga: Indahnya Sabana dan Dataran Tinggi Dieng dari Gunung Prau

Perempuan paruh baya itu mengaku mulai berjualan pukul 10.00 WIB hingga menjelang magrib. Saban hari, lalu lalang kendaraan di kawasan obyek wisata itu membawa berkah tersendiri untuknya.

Pengunjung di Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).KOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung di Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).
Di sisi lain, sejumlah kafe milik warga semakin bertamah di sepanjang jalan kawasan itu. Kafe itu tumbuh bak cendawan di musim penghujan. Masing-masing kafe menyediakan spot untuk tempat berfoto.

Tentu, pemandangan gunung dan awan masih menjadi daya pikat di semua spot foto itu. Sebagian kafe juga menyediakan tempat bermain anak dan pedagang kecil berjualan.

"Lumayan, ramai pengunjung. Setiap hari ada ratusan orang. Tapi terbanyak tetap akhir pekan, Sabtu dan Minggu,” kata Miswar, pedagang bakso bakar. Dia baru menutup dagangan sore hari.

Pasalnya, kawasan itu belum memiliki penerangan lampu jalan. Sehingga, malam hari jarang sekali warga yang melintas. “Untuk lampu jalan, semoga bisa dibangun oleh pemerintah. Agar jalan ini juga ramai malam hari,” harap Miswar.

Pengunjung bermain di spot foto Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).KOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung bermain di spot foto Puncak Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (27/12/2018).
Udara di lokasi ini sangat sejuk. Ketinggian bukit membawa kesejukan menusuk tulang. Semakin sore, udara semakin sejuk. Bagi wisatawan sebaiknya mengenakan pakaian tebal agar tubuh tetap hangat.

Matahari semakin redup, samar-samar kabut mulai menebal membekap Gunung Salak. Di sana, silakan nikmati aneka kopi, dan berfoto sepuasnya sembari menikmati aneka penghanan nan lezat. Silakan berkunjung.




Close Ads X