Kompas.com - 29/12/2018, 11:03 WIB

Kampas rem mobil akan diuji untuk perjalanan ke Geopark Ciletuh, terutama perjalanan pulang. Perjalanan yang ngeri jika dilakukan malam hari. Terlebih pemandangan ke Geopark Ciletuh sangat cantik, jadi kalau pergi di malam hari rasanya rugi.


Sampai di kawasan Geopark Ciletuh rasanya dibuat terkagum. Ada wisata puncak bukit, air terjun yang banyak sekali, snorkeling di laut, dan bermain di pulau.

"Di sini ada 32 titik wisata, kalau saya saran paling sedikit waktu ke Geopark Ciletuh itu tiga hari dua malam. Itu juga tidak akan habis dikunjungi semuanya," kata salah satu pemandu di kawasan Geopark Ciletuh, Galing saat ditemui di salah satu penginapan, Selasa (25/12/2018).

Galing bercerita kebanyakan yang berkunjung ke Geopark Ciletuh adalah warga Jawa Barat. Masih sedikit orang Jakarta yang berkunjung ke sana. Karena total perjalanan bisa empat sampai enam jam jika dibablas habis dari Jakarta ke Geopark Ciletuh.

"Paling ramai kalau tahun baru, itu vila bisa pada habis dan macet di kawasan sini. Sebenarnya yang paling bagus itu mulai Maret sampai Juni. Air terjunnya bening-bening tidak keruh," jelas Galing.

Homestay di kawasan Geopark Ciletuh, ramai disewa saat akhir pekan dan libur sekolah, Sabtu (23/6/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Homestay di kawasan Geopark Ciletuh, ramai disewa saat akhir pekan dan libur sekolah, Sabtu (23/6/2018).

Oleh karena waktu yang semakin mepet dengan habisnya jatah libur, kami putuskna tidak menginap di Geopark Ciletuh. Namun berkesempatan untuk berkunjung ke Puncak Darma melihat Geopark Ciletuh dari ketinggian dan melihat Curug Cimarinjung.

Duh rasanya tidak mau pulang. Geopark Ciletuh nyatanya di luar ekspetasi, lebih bagus dari pikiran awal! Apalagi Geopark Ciletuh pada 2015 diakui UNESCO sebagai Geopark Nasional. Sebuah kawasan terpadu untuk perlindungan dan penggunaan geologi berkelanjutan, sekaligus memajukan ekonomi masyarakat setempat.

Ada banyak vila, homestay, bahkan camping ground di Geopark Ciletuh. Juga banyak rumah makan di sekitar. Warga lokal yang sadar wisata juga menyambut wisatawan dengan ramah dan terpenting harganya masih masuk akal untuk wisata rombongan.

Seiring hujan yang semakin deras, akhirnya kami putuskan untuk masuk ke mobil dan kembali ke Jakarta. Berjanji tahun depan akan kembali lagi saat musim panas tiba, menjelajah barisan air terjun di Geopark Ciletuh. Siapa tahu, seksi selanjutnya Tol Bocimi juga sudah dibuka...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.