Kompas.com - 02/01/2019, 13:12 WIB
Seorang surfer di Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jatim. KOMPAS.com/IRA RACHMAWATISeorang surfer di Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jatim.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Tidak banyak yang tahu jika Banyuwangi memiliki spot ombak yang 'garang' untuk surfing kelas dunia yaitu di Pantai Plengkung. Letaknya tersembunyi di tengah Taman Nasional Alas Purwo.

Bahkan, pantai yang dikenal dengan nama G Land ini diakui sebagai spot surfing terbaik di Asia Tenggara dan termasuk satu dari tujuh ombak yang terbaik di dunia yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. G Land terkenal sebagai surga pecinta surfing sejak tahun 1970-an.

"Saat ini sedang pasang. Jadi peselancar bisa berenang ke tengah sana atau naik perahu. Tapi jika sedang surut, peselancar bisa jalan kaki ke tengah sana," kata Rindi, warga Purwoharjo yang mengantarkan Kompas.com ke G-Land pada akhir November 2018.

Baca juga: Jalan Panjang Banyuwangi Memiliki Bandara Internasional

Ia mengatakan, posisi ombak agak tersembunyi yang membuat ombak G-land menjadi istimewa.

Pantai Plengkung di Banyuwangi atau dikenal dengan G Land yang menjadi surga bagi para pecinta surfing. KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Pantai Plengkung di Banyuwangi atau dikenal dengan G Land yang menjadi surga bagi para pecinta surfing.
Ombak yang cocok untuk surfing biasanya muncul antara bulan April hingga Oktober. "The best-nya ombak ya pada bulan Agustus. Saat ini banyak sekali wisatawan asing yang datang ke sini," kata Rindi.

Baca juga: Inilah TN Alaspurwo, Salah Satu Situs Geopark Nasional di Banyuwangi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain surfing, para wisatawan juga bisa melakukan kegiatan lain seperri trekking melalui rerimbunan hutan bambu khas yang tumbuh di sepanjang jalan.

Untuk yang memiliki hobi fotografi, bisa mengeksploitasi pemandangan menawan sepanjang Pantai Plengkung. Pasir putih dan batuan karang yang ada sepanjang pantai mampu memanjakan mata.

Baca juga: Banyuwangi Resmi jadi Kawasan Geopark Nasional

Jika beruntung, kita akan menemukan serombongan rusa yang mencari makan di sepanjang pantai. Atau bisa juga menyewa perahu untuk melihat aksi para surfer di tengah laut.

Sekumpulan rusa di Pantai Plengkung, Banyuwangi, yang masuk wilayah Taman Nasional Alaspurwo.KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Sekumpulan rusa di Pantai Plengkung, Banyuwangi, yang masuk wilayah Taman Nasional Alaspurwo.
Untuk menuju G-Land, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi, dan menempuh jarak sejauh 22 kilometer dari pintu masuk Taman Nasional Alas Puwo.

Wisatawan bisa berhenti di Pos Pancur lalu melanjutkan perjalanan dengan menyewa kendaraan yang disediakan untuk menuju ke pantai.

Di sana juga tersedia empat penginapan yang menyediakan fasilitas lengkap termasuk menyewakan papan selancar. Jika tidak menginap, pengunjung bisa bersantai di tepi pantai atau di pondok kecil untuk beristirahat.

"Walaupun jalan dari Pancur ke Plengkung sudah diperbaiki, kami tetap menyarankan agar pengunjung menyewa kendaraan yang telah disediakan. Selain pemberdayaan pada masyarakat, juga untuk memantau jumlah wisatawan yang datang karena G Land memang tempat wisata khusus. Karena jalan yang dilewati juga jalur yang dilewati binatang. Jangan sampai lalu lalang kendaraan mengganggu aktivitas hewan yang ada di hutan," kata Nuryadi, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo.

Pantai Plengkung yang berada di Taman Nasional Alaspurwo, Banyuwangi, Jawa Timur.KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Pantai Plengkung yang berada di Taman Nasional Alaspurwo, Banyuwangi, Jawa Timur.
Ia mengatakan, tinggi ombak di G-Land bisa mencapai 1-2 meter dengan ombak berlapis-lapis yang cukup besar, bahkan tinggi ombak bisa lebih dari lima meter.

"Rata-rata yang datang untuk surfing ya wisatawan asing. Kalau yang domestik banyak yang memilih ke Pantai Pancur atau di Savana Sadengan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Travel Update
Lebih Dari 1.100 Pekerja Wisata di Kota Batu Dirumahkan Akibat PPKM Darurat

Lebih Dari 1.100 Pekerja Wisata di Kota Batu Dirumahkan Akibat PPKM Darurat

Travel Update
Kampung Wisata Petak Enam Jadi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Kampung Wisata Petak Enam Jadi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Travel Update
Cegah Varian Delta, Pengunjung Museum Smithsonian di AS Wajib Pakai Masker Lagi

Cegah Varian Delta, Pengunjung Museum Smithsonian di AS Wajib Pakai Masker Lagi

Travel Update
Jadwal Operasional MRT Jakarta Mulai 2 Agustus 2021, Selang Waktu Lebih Lama

Jadwal Operasional MRT Jakarta Mulai 2 Agustus 2021, Selang Waktu Lebih Lama

Travel Update
Phuket Tetap Sambut Turis Asing, tetapi Tutup untuk Pelancong Lokal Thailand

Phuket Tetap Sambut Turis Asing, tetapi Tutup untuk Pelancong Lokal Thailand

Travel Update
Pengaruh Selat Malaka bagi Sriwijaya, Jalur Perdagangan yang Jadi Rebutan

Pengaruh Selat Malaka bagi Sriwijaya, Jalur Perdagangan yang Jadi Rebutan

Jalan Jalan
Nasib Malang Sederet Fasilitas Bekas Olimpiade yang Terlupakan, Mana Saja?

Nasib Malang Sederet Fasilitas Bekas Olimpiade yang Terlupakan, Mana Saja?

Jalan Jalan
Nasib Sederet Tempat Bekas Olimpiade di Berbagai Negara yang Masih Digunakan, Seperti Apa?

Nasib Sederet Tempat Bekas Olimpiade di Berbagai Negara yang Masih Digunakan, Seperti Apa?

Jalan Jalan
Bukit Cendana, Padang Savana Tempat Berburu Golden Sunset di Sumba

Bukit Cendana, Padang Savana Tempat Berburu Golden Sunset di Sumba

Jalan Jalan
Raden Patah, Keturunan Majapahit yang Mendirikan Kerajaan Demak

Raden Patah, Keturunan Majapahit yang Mendirikan Kerajaan Demak

Jalan Jalan
Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Jalan Jalan
Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Jalan Jalan
PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X