Seniman Banyuwangi Tampil di Festival Janadriyah Arab Saudi

Kompas.com - 02/01/2019, 18:14 WIB
Para penari yang tampil di festival Janadriyah Riyadh Arab Saudi Senin malam (1/1/2019) waktu setempat Dokumentasi Dinas Pariwisata BanyuwangiPara penari yang tampil di festival Janadriyah Riyadh Arab Saudi Senin malam (1/1/2019) waktu setempat


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Sebanyak 20 seniman Banyuwangi tampil di Festival Janadriyah di Riyadh, Arab Saudi, pada awal Januari 2019. Selama empat hari mereka menampilkan kesenian khas Banyuwangi seperti Kuntulan, Hadrah dan Kundaran, di festival terbesar di kawasan Timur Tengah tersebut.

Festival Janadriyah adalah festival seni budaya tahunan terbesar di Arab Saudi yang setiap tahunnya dikunjungi sekitar 12 juta pengunjung yang berasal dari dalam dan luar Arab Saudi. Pada tahun ini, Festival Janadriyah dibuka langsung oleh Pemimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud.

"Alhamdulilah tadi malam kita tampilkan hadrah shalawat untuk pertamakalinya di festival Janadariyah. Tidak menyangka pengunjungnya sangat banyak," kata Dwi Agus Cahyono (28), salah satu seniman Banyuwangi yang berangkat ke Arab Saudi, saat dihubungi Kompas.com Rabu (2/1/2019).

Baca juga: Jalan Panjang Banyuwangi Memiliki Bandara Internasional

Seniman muda yang memiliki sanggar Tari Kuwung Wetan tersebut mengaku yang menjadi salah satu kendala saat tampil di festival tersebut adalah cuaca yang sangat dingin di Riyadh, dengan suhu mencapai 11 derajat Celcius.

"Saya terharu. Bisa tampil di Arab adalah bentuk penghargaan buat kami. Menjadi wakil dari Indonesia dan dari Banyuwangi. Karena di Arab, jadi kita tampilkan kesenian Islami. Saat turun panggung banyak yang ngajak kita foto," katanya.

Ia mengatakan bisa tampil di Riyadh adalah salah satu bukti bahwa seni bisa tampil dimana saja dan bisa diterima oleh semua golongan. "Saat kami latihan keras, banyak yang mencibir kok ngoyo memang mau tampil di Arab. Dan ternyata terbukti kami bisa tampil di Arab," jelasnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, tampilnya seniman Banyuwangi di Festival Janadriyah Riyadh Arab Saudi adalah atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Arab Saudi.

Seniman Banyuwangi setelah tampil di Festival Janadriyah Riyadh Arab SaudiDokumentasi Dinas Pariwisata Banyuwangi Seniman Banyuwangi setelah tampil di Festival Janadriyah Riyadh Arab Saudi

“Kepercayaan ini mahal. Kesempatan tidak datang dua kali. Maka, kemarin saat melepas anak-anak muda Banyuwangi itu, saya bepesan agar kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mempromosikan Banyuwangi,” ujar Anas.

Anas mengaku sangat antusias dengan festival ini, karena Banyuwangi mendukung pengembangan pariwisata halal yang salah satunya menyasar wisatawan asal Timur Tengah. Wisata Banyuwangi, kata Anas, sangat potensial bagi pasar turis Timur Tengah. Berdasarkan data dari Kementrian Pariwisata, pada 2017 sebanyak 222.297 wisman Timur Tengah masuk ke Indonesia.

"Belanja turis Eropa kalah dari turis Timur Tengah. Berdasarkan riset Kemenpar, turis dari kawasan teluk ini rata-rata mengeluarkan uang mencapai 1.918 dollar AS (sekitar Rp28 juta) per wisatawan per kunjungan,” ujar Anas.

Anas berharap, kontingen asal Banyuwangi dapat menyuguhkan penampilan terbaik di Arab Saudi.

“Ini tidak cuma berdampak pada pariwisata, tetapi juga membawa dampak psikologis. Ini bukti kebudayaan diapresiasi di Arab Saudi,” kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X