Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/01/2019, 08:17 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com – Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah pada tahun 2018 cenderung menurun dibanding tahun 2017.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah terutama perkembangan statistik pariwisata Jawa Tengah, kunjungan wisman ke Jateng melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang turun signifikan hingga 9,25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Data BPS menyebut, jumlah wisman yang datang melalui pintu Bandara Ahmad Yani Semarang pada Januari 2017 sampai November 2017 sebanyak 22.951 orang. Sementara pada Januari 2018 sampai November 2018, wisman yang datang sebanyak 20.829 orang.

Baca juga: 3 Penyebab Target 17 Juta Wisman ke Indonesia Tak Tercapai

Terjadi pengurangan sebanyak 2.122 wisman dibanding tahun 2017 atau turun sekitar 9,25 persen. Khusus pada bulan November 2018, wisman yang datang tercatat sebanyak 1.844 orang atau turun 2,69 persen dibandingkan bulan Oktober 2018 yang tercatat sebanyak 1.895 orang.

“Kunjungan wisman melalui pintu masuk bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada November 2018 tercatat sebanyak 1.844 kunjungan, atau mengalami penurunan sebesar 2,69 persen dibanding bulan sebelumnya,” kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono, Rabu (2/1/2019).

Baca juga: Tarik 20 Juta Wisman Tahun 2019, Traveloka Kerja Sama dengan Kemenpar

Sentot merinci, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ahmad Yani terbanyak melalui dari Malaysia dan Singapura. Dua negara itu melakukan penerbangan langsung menuju Semarang.

"Jumlah kunjungan wisman terbanyak masih berasal dari warga negara MaIaysia sebanyak 904 kunjungan, disusul Singapura 320 kunjungan dan India sebanyak 119 kunjungan," katanya.

Ornamen laba-laba emas menghiasai taman wisata candi Borobudur menyambut wisatawan selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru, mulai Jumat (21/12/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Ornamen laba-laba emas menghiasai taman wisata candi Borobudur menyambut wisatawan selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru, mulai Jumat (21/12/2018).
Kendati menurun, tingkat hunian kamar berbintang di Jateng pada November mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Tercatat rata-rata hunian pada November 2018 sebanyak 46,6 persen, atau meningkat dibanding Oktober 2018 sebanyak 46,16 persen. Namun demikian, jika dibanding November 2017, terjadi penurunan hingga 7,51 persen.

Jika dirinci, hunian kamar berbintang pada November, terutama bintang 4 sebesar 52,43 persen. Sementara yang terendah 30,8 persen.

“Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang pada bulan November 2018 sebesar 1,29 malam. Untuk wisman, rata-rata lama menginap tercatat sebesar 2,01 malam," tambah Sentot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Travel Tips
Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Travel Update
Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Travel Update
Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Jalan Jalan
Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya TarikĀ 

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya TarikĀ 

Jalan Jalan
Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Jalan Jalan
Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Travel Update
Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Travel Update
5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

Jalan Jalan
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

Travel Update
Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Travel Update
Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Jalan Jalan
6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

Travel Tips
Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+