Libur Akhir Tahun, Kawasan Gunung Bromo Raup Rp 1,9 Miliar

Kompas.com - 03/01/2019, 10:24 WIB
Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Lautan pasir seluas 5,920 hektar (sekitar 10 km persegi) membentang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok , Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan, berada pada ketinggian 2100 m dpl tersebut merupkan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara.ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAH Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Lautan pasir seluas 5,920 hektar (sekitar 10 km persegi) membentang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok , Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan, berada pada ketinggian 2100 m dpl tersebut merupkan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara.

MALANG, KOMPAS.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meraup penghasilan sebesar Rp 1.990.728.500 selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 atau libur akhir tahun.

Jumlah penghasilan itu didapat dari jumlah kunjungan wisatawan dan kendaraan yang masuk ke kawasan Gunung Bromo melalui tiga pintu masuk. Yakni pintu masuk Resort Coban Trisula Kabupaten Malang, Resort Tengger Lautan Pasir (TLP) Kabupaten Probolinggo dan Resort Penanjakan Kabupaten Pasuruan.

Rinciannya, sebesar Rp 1.162.552.000 didapat dari jumlah kunjungan libur Tahun Baru 2019. Terhitung mulai tanggal 26 hingga 31 Desember 2018. Sisanya, sebesar Rp 828.176.500 didapat dari jumlah kunjungan saat libur Natal 2018. Terhitung dari tanggal 20 hingga 25 Desember 2018.

Baca juga: Mengejar Pesona Sunrise Gunung Bromo dari Bukit Mentigen

Jumlah kunjungan ini meningkat dari Tahun 2017 pada periode yang sama. Pada libur Natal dan Tahun Baru lalu, nilai pendapatan yang didapat oleh pengelola TNBTS sebesar Rp 1.593.681.500. Libur Natal sebesar Rp 619.873.500 sedangkan libur Tahun Baru sebesar Rp 973.808.000.

Nilai pendapatan itu naik sebesar 25,15 persen untuk libut Natal dan naik sebesar 16,23 persen untuk libur Tahun Baru.

"Itu pendapatan dari pengunjung yang masuk melalui tiga pintu masuk, belum termasuk yang pendakian ke Semeru dan komunitas," kata Kepala Balai Besar TNBTS, John Kennedie, Rabu (2/1/2019).

Baca juga: Bukit Mentigen, Lokasi Lihat Sunrise Gunung Bromo Tanpa Naik Hardtop

Adapun jumlah kunjungan ke kawasan Gunung Bromo pada libur Tahun Baru 2019 sebanyak 32.423 orang. Terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 134 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 32.289 orang.

Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk sebanyak 3.938 untuk roda empat, 9.817 untuk roda dua dan kuda sebanyak 100 ekor.

Bukit Teletubbies di kawasan Gunung Bromo Tengger, Jawa Timur, Minggu (22/4/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bukit Teletubbies di kawasan Gunung Bromo Tengger, Jawa Timur, Minggu (22/4/2018).
John optimistis kunjungan ke kawasan Gunung Bromo terus meningkat seiring dengan meningkatnya sarana dan prasarana wisata di kawasan tersebut.

"Sapras di Bromo makin bagus dan banyak alternatif kunjungan seputaran Bromo antara lain adanya Desa Wisata Edelweis dan Seruni Point di Cemorolawang," katanya.

Tidak ada insiden berarti selama masa kunjungan Natal dan Tahun Baru. Hanya ada pengunjung yang jatuh namun tidak menimbulkan korban jiwa.

"Ada insiden kecil-kecilan saja sepeda motor matic yang jatuh tapi penumpang selamat tidak terlalu parah. Alhamdulilah aman-aman saja," katanya.




Close Ads X