Cuaca Buruk di Karimunjawa, Maskapai Diminta Siapkan "Extra Flight"

Kompas.com - 05/01/2019, 18:33 WIB
Para wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling saat mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa. KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOPara wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling saat mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa.

SEMARANG, KOMPAS.com – Sebanyak 244 wisatawan yang melancong di Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah sempat terjebak tidak bisa kembali ke rumahnya. Mereka sebelumnya tertahan karena tidak ada kapal yang berlayar karena ombak tinggi.

Jumat (4/1/2019), cuaca sudah normal sehingga dua kapal cepat Kapal Motor Siginjai dan Kapal Ekspress Bahari berlayar ke Karimunjawa. Kedatangan kapal itu langsung diserbu wisatawan yang sempat terjebak, hingga mereka akhirnya difasilitasi pulang ke kediamannya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku mendengar masalah itu dari laporan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip Sihabudin. Ratusan wisatawan tertahan di Karimunjawa akibat cuaca buruk karena tidak ada kapal yang berlayar.

Baca juga: Wisatawan ke Karimunjawa Diprediksi Membeludak

Arief mengatakan, kasus tertahannya ratusan wisatawan patut menjadi pembelajaran. Maskapai penerbangan memiliki rute Semarang-Karimunjawa diminta untuk berbenah melakukan inisiatif jika terjadi kejadian seperti itu.

Maskapai diminta menyiapkan penerbangan tambahan jika sudah mengetahui kondisi tersebut.

Baca juga: Nam Air Kini Terbangi Karimunjawa 3 Kali Sepekan

"Sebenarnya tidak harus seperti itu. Saya imbau rekan-rekan penerbangan saat musim liburan tidak usah diminta. Mohonlah dilakukan additional flight," kata Arief, di Semarang.

Pengunjung berswafoto bersama sekawanan ikan hiu di Karimunjawa, Jawa Tengah.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Pengunjung berswafoto bersama sekawanan ikan hiu di Karimunjawa, Jawa Tengah.
Menteri asal Banyuwangi menambahkan, maskapai penerbangan yang memutuskan terbang reguler ke Karimunjawa harus punya rencana lain jika mengetahui kondisi di lapangan yang membutuhkan bantuan. Apalagi masalah muncul saat musim libur akhir tahun.

Kesiapan maskapai menyiapkan extra flight saat musim libur sangat diperlukan, dan itu menjadi salah satu solusi mengatas cuaca buruk di Karimunjawa. Dalam pandangan Menpar, maskapai penerbangan ternyata belum siap untuk mengangkut wisatawan dalam kondisi darurat.

"Jadi tidak perlu menunggu ya untuk Karimunjawa”, tambahnya.

Ratusan wisatawan yang berlibur di Kepulauan Karimunjawa sebelumnya diberitakan terjebak di pulau tersebut sejak Senin (31/12/2018). Mereka tidak bisa pulang karena tidak ada jadwal pelayaran pulang dari destinasi wisata andalan Jawa Tengah ini.

Sekretaris Camat Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Nur Soleh menjelaskan, hingga Kamis lalu tercatat ada 244 wisatawan yang masih singgah di pulau tersebut menunggu jadwal pelayaran. Mereka tidak kembali menaiki pesawat menuju Semarang karena berbagai hal.

"Mereka tidak mau kembali menggunakan pesawat karena kendaraan wisatawan diparkir di Pelabuhan Jepara, itu alasan praktis dan tentu ada pertimbangan keuangan karena tiket pesawat lebih mahal," kata Soleh, Kamis (3/1/2018).

Namun demikian, lanjut Soleh, sebagian wisatawan setelah mengetahui cuaca buruk lalu memutuskan pindah menggunakan jasa udara untuk kembali pulang. Mereka naik pesawat dari Bandara Dewandaru, Karimunjawa menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.

Pengunjung melintasi jalur tracking hutan mangrove di Karimunjawa melalui jalan setapak dari jembatan kayu. TRIBUN JATENG/M SYOFRI KURNIAWAN Pengunjung melintasi jalur tracking hutan mangrove di Karimunjawa melalui jalan setapak dari jembatan kayu.
"Yang memutuskan kembali naik pesawat mungkin ada yang sekolah, pekerjaan dan lain-lainnya. Hari kemarin ada sekitar 120 wisatawan yang kembali pakai pesawat," katanya.

Soleh menegaskan, berwisata ke Karimunjawa di awal musim hujan memang berisiko cuaca buruk. "Kondisi itu selalu disampaikan kepada wisatawan," katanya.

Namun demikian, minat wisatawan untuk mengunjungi gugusan pulau itu tak surut. Selain itu, para wisatawan juga ingin merayakan tahun baru di pulau terindah di Jawa Tengah tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X