Empat Hal yang Wajib Dilakukan di Pantan Terong - Kompas.com

Empat Hal yang Wajib Dilakukan di Pantan Terong

Kompas.com - 07/01/2019, 06:45 WIB
Pengunjung melihat pemandangan di Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Selasa (25/12/2018).KOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung melihat pemandangan di Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Selasa (25/12/2018).

TAKENGON, KOMPAS.com – Wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi obyek wisata Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh harus melakukan empat hal menarik.

Kawasan itu menjadi destinasi paling populer dua tahun terakhir ini.

Terletak di ketinggian 1.360 meter di atas permukaan laut membuat kawasan itu sangat sejuk dan cenderung dingin. Jika sore hari, sebaiknya mengenakan jaket.

Berikut empat hal yang harus dilakukan ketika berkunjung.

1. Berswafoto

Kawasan ini cocok untuk lokasi berswafoto. Dengan latar belakang Danau Laut Tawar dan Kota Takengon terlihat dari ketinggian, kawasan itu paling cocok untuk berfoto sendiri.

Wisatawan berswafoto di Pantan Terong, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.KOMPAS.com/MASRIADI Wisatawan berswafoto di Pantan Terong, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Sangat instagramable. Selain itu, terdapat ayunan yang dijadikan lokasi paling pas untuk berswafoto.

Baca juga: Bersantai Ditemani Awan di Ketinggian Pantan Terong

Umumnya masyarakat bergantian berfoto di ayunan tersebut. Di sini, ayunan gratis. Hanya tiket masuk Rp 5.000 per orang dan biaya parkir kendaraan yang dipungut.

2. Oleh-oleh Kopi Arabika

Sebagai daerah penghasil kopi, maka Kopi Arabika Gayo menjadi salah satu oleh-oleh paling diburu.

Wisatawan memesan kopi di kafe dalam kompleks wisata Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.KOMPAS.com/MASRIADI Wisatawan memesan kopi di kafe dalam kompleks wisata Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Di Pantan Terong juga bisa membeli bubuk kopi yang telah dikemas rapi. Harganya mulai Rp 10.000 hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung ukuran bungkus kopi tersebut.

Jika tak ingin repot berbelanja kopi khusus di gerai oleh-oleh di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, maka belilah di Pantan Terong.

Rasa kopi gayo yang tersohor itu sungguh nikmat. Kopi ini juga diekspor ke sejumlah negara di dunia.

Kafe di Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Selasa (25/12/2018).KOMPAS.com/MASRIADI Kafe di Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Selasa (25/12/2018).

3. Minum di Kafe

Di kawasan ini juga tersedia satu kafe yang bersih. Bertingkat dua. Jika ingin menikmati kopi dengan penganan ringan seperti kacang, aneka kue kering, maka bisa bersantai di kafe ini.

Jika ingin menyaksikan Kota Takengon dari ketinggian, silakan duduk di lantai dua kafe itu. Umumnya, lantai dua ini diisi oleh remaja yang berkunjung. Sedangkan lantai satu mayoritas pengunjung yang membawa keluarga.

Wisatawan berfoto dengan latar tulisan Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.KOMPAS.com/MASRIADI Wisatawan berfoto dengan latar tulisan Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

4. Pantan Terong Merah Putih

Selain itu, satu hal lagi yang wajib dilakukan dilakukan yaitu berfoto dengan latar belakang tulisan Pantan Terong dicat senada dengan warna bendera pusaka yaitu Merah dan Putih.

Rasanya, belum sah jika berkunjung ke Pantan Terong namun belum berfoto dengan spot latar belakang tulisan obyek wisata itu. Ratusan orang pengunjung pasti berfoto saban hari di spot itu.



Close Ads X