Bukit Cinta, Spot Romantis ala Klaten - Kompas.com

Bukit Cinta, Spot Romantis ala Klaten

Kompas.com - 07/01/2019, 19:05 WIB
Bukit Cinta Watu Perahu, Klaten dengan banyak spot romantis nan instagramableKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Bukit Cinta Watu Perahu, Klaten dengan banyak spot romantis nan instagramable

Bukit Cinta Watu Perahu, KlatenKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Bukit Cinta Watu Perahu, Klaten

KLATEN, KOMPAS.com – Perkembangan media sosial yang semakin pesat saat ini turut memacu perkembangan sektor wisata di Indonesia. Berbagai destinasi wisata kini bermunculan dan bisa dengan mudah dikenal melalui media sosial.

Destinasi wisata yang instagramable pun digemari wisatawan. Banyaknya unggahan di media sosial seperti Instagram dan Facebook, suatu obyek wisata otomatis akan menjadi viral dan semakin banyak dikunjungi orang.

Baca juga: Ngawi Juga Punya Tempat Wisata Instagramable

Salah satu destinasi wisata yang sukses memanfaatkan fenomena tersebut adalah Bukit Cinta. Obyek wisata instagramable ini tepatnya berada di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Jarak tempuh dari Kota Klaten menuju Bukit Cinta adalah sekitar 17 kilometer dengan waktu tempuh 40 menit. Bukit Cinta pun tidak jauh dari Yogyakarta dan Surakarta. Waktu tempuh dari kedua kota tersebut hanyalah sekitar satu jam 15 menit.

Rute termudah untuk mencapai Bukit Cinta adalah melalui Jalan utama Cawas-Bayat yang juga merupakan rute Yogyakarta-Wonogiri. Nantinya plang petunjuk arah ke destinasi ini ada di pinggir jalan ketika sampai Kecamatan Bayat.

Spot romantis nan instagramable di puncak bukit

Di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat, masyarakat mengubah bukit Desa Gunung Gajah menjadi destinasi wisata favorit yang penuh spot foto instagramable.

Begitu melangkah dari area parkir, wisatawan seakan langsung dibuat tak sabar untuk mengeluarkan perangkat kameranya. Pengelola memang sudah menata kawasan wisata sejak di sekitar area parkir kendaraan.

Baca juga: Umbul Ponggok, Wisata Air Instagramable di Klaten Jateng

Perjalanan kemudian ditempuh melalui jalan setapak yang sudah ditata cukup baik sehingga mudah untuk dilalui. Meski menanjak, jarak tempuh sampai ke puncak bukit tidaklah panjang.

Hanya sekitar lima sampai sepuluh menit berjalan kaki, sampailah perjalanan di puncak Bukit Cinta yang menawarkan banyak spot berfoto. Sebelum sampai, telah tersedia warung makan dan minum untuk beristirahat usai berjalan melalui jembatan.

Spot Foto Sarang Cinta di Bukit Cinta, KlatenKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Spot Foto Sarang Cinta di Bukit Cinta, Klaten

Begitu sampai puncak bukit, wisatawan bisa memilih spot foto bertemakan cinta yang telah tersedia. Berbagai spot tersebut seperti jembatan, gardu pandang cinta, dermaga cinta, gembok cinta, dan sarang cinta.

Karena berada di puncka bukit, pemandangan dari ketinggian tersaji dengan begitu indah. Bentang areal persawahan dari atas terlihat bagai permadani yang sedang dijemur. Kota Klaten juga tampak dari kejauhan.

Baca juga: Ini Kata Jokowi tentang Pariwisata Desa Ponggok Klaten...

Pagi hari yang cerah merupakan saat terbaik untuk berkunjung. Jika cuaca cerah, maka matahari terbit akan bisa disaksikan dengan indahnya di ufuk timur. Panorama akan semakin indah dengan Gunung Lawu yang menyertai momen sunrise.

Beberapa pejabat pernah mengunjungi Bukit Cinta ini. Mereka yang pernah datang di antaranya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri BUMN, Rini Soemarno, dan Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Situs geologi berselimut legenda perahu terbalik

Selain menjadi destinasi wisata, kawasan bukit yang ada di Desa Gunung Gajah juga merupakan situs geologi. Kawasan ini selalu menjadi obyek penelitian dari kampus-kampus besar seperti UGM.

Situs geologi yang ada di sini adalah batuan metamorf yang diperkirakan berusia pra-tersier atau lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Batuan itu tersusun oleh mineral mika yang menunjukkan struktir foliasi sekis.

Struktur tersebut berbentuk seperti belahan bergelombang pada batuan yang disebabkan tekanan dan suhu panas tinggi. Kondisi itu menyebabkan mineral lempung berubah menjadi mika.

Bukit Cinta Watu Perahu, KlatenKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Bukit Cinta Watu Perahu, Klaten

Salah satu batu besar yang menjadi situs geologi adalah Watu Prau. Situs ini juga menyimpan legenda. Konon dikisahkan Joko Tuo yang merupakan seorang pria sakti jatuh cinta kepada wanita bernama Roro Denok.

Saat hendak melamar, Roro Denok memberika syarat untuk dibuatkan kapal dalam waktu semalam. Joko Tuo pun menyanggupinya. Namun ternyata Roro Denok melakukan berbagai upaya untuk menggagalkan upaya Joko Tuo membuat kapal.

Kapal yang sedang dalam proses pembuatan akhirnya terbalik. Hingga kini, masyarakat meyakini kalau Watu Prau adalah wujud kapal itu karena memang bentuknya menyerupai kapal terbalik.



Close Ads X