Kompas.com - 07/01/2019, 19:05 WIB

Begitu sampai puncak bukit, wisatawan bisa memilih spot foto bertemakan cinta yang telah tersedia. Berbagai spot tersebut seperti jembatan, gardu pandang cinta, dermaga cinta, gembok cinta, dan sarang cinta.

Karena berada di puncka bukit, pemandangan dari ketinggian tersaji dengan begitu indah. Bentang areal persawahan dari atas terlihat bagai permadani yang sedang dijemur. Kota Klaten juga tampak dari kejauhan.

Baca juga: Ini Kata Jokowi tentang Pariwisata Desa Ponggok Klaten...

Pagi hari yang cerah merupakan saat terbaik untuk berkunjung. Jika cuaca cerah, maka matahari terbit akan bisa disaksikan dengan indahnya di ufuk timur. Panorama akan semakin indah dengan Gunung Lawu yang menyertai momen sunrise.

Beberapa pejabat pernah mengunjungi Bukit Cinta ini. Mereka yang pernah datang di antaranya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri BUMN, Rini Soemarno, dan Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Situs geologi berselimut legenda perahu terbalik

Selain menjadi destinasi wisata, kawasan bukit yang ada di Desa Gunung Gajah juga merupakan situs geologi. Kawasan ini selalu menjadi obyek penelitian dari kampus-kampus besar seperti UGM.

Situs geologi yang ada di sini adalah batuan metamorf yang diperkirakan berusia pra-tersier atau lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Batuan itu tersusun oleh mineral mika yang menunjukkan struktir foliasi sekis.

Struktur tersebut berbentuk seperti belahan bergelombang pada batuan yang disebabkan tekanan dan suhu panas tinggi. Kondisi itu menyebabkan mineral lempung berubah menjadi mika.

Salah satu batu besar yang menjadi situs geologi adalah Watu Prau. Situs ini juga menyimpan legenda. Konon dikisahkan Joko Tuo yang merupakan seorang pria sakti jatuh cinta kepada wanita bernama Roro Denok.

Saat hendak melamar, Roro Denok memberika syarat untuk dibuatkan kapal dalam waktu semalam. Joko Tuo pun menyanggupinya. Namun ternyata Roro Denok melakukan berbagai upaya untuk menggagalkan upaya Joko Tuo membuat kapal.

Kapal yang sedang dalam proses pembuatan akhirnya terbalik. Hingga kini, masyarakat meyakini kalau Watu Prau adalah wujud kapal itu karena memang bentuknya menyerupai kapal terbalik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.