7 Tips Mendaki Gunung di Saat Musim Hujan

Kompas.com - 08/01/2019, 11:03 WIB
Pendakian Gunung Sumbing di sore hari yang cerah.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pendakian Gunung Sumbing di sore hari yang cerah.

Jas hujan menjadi wajib dibawa ketika melakukan pendakian di musim hujan. Tentu saja tujuannya agar tidak basah kuyup ketika harus menerjang hujan karena di gunung biasanya minim tempat berteduh.

Baca juga: Awal 2019, Jalur Pendakian Gunung Prau Akan Ditutup Tiga Bulan

Jika sampai basah kuyup karena tidak membawa jas hujan, pendakian pun akan semakin berat. Terlebih jika udara atau angin dingin menerpa, pakaian yang basah akan melipatgandakan risiko terkena hipotermia.

4. Membawa pakaian ganti ekstra

Baju ganti memang sebaiknya dibawa ketika mendaki, baik di musim hujan atau kemarau. Namu risiko pakaian basah tetap lebih besar ketika musim penghujan tiba. Meski sudah memakai jas hujan, air masih bisa masuk melalui celah atau lubang kecil.

Oleh karena itu untuk menjaga agar tubuh tetap kering, pakaian ganti harus dibawa EKSTRA. Pastikan baju ganti itu diletakkan di tempat kedap seperti dibungkus plastik air agar tidak basah.

5. Mendaki ketika cuaca sedang baik

Pastikan memulai perjalanan mendaki ketika cuaca sedang cerah. Hal itu lebih baik daripada jika harus menerjang hujan sejak awal perjalanan. Bagaimanapun juga perjalanan lebih mudah ketika tidak diguyur hujan.

Jika kondisi memburuk ketika akan berangkat seperti terjadi hujan lebat atau bahkan badai, tunggu dulu sampai cuaca membaik.

6. Menghindari berjalan di malam hari

Mendaki ketika musim hujan akan lebih aman dilakukan di siang hari. Saat masih terang, jalur pendakian lebih mudah dilihat oleh mata sehingga bisa meminimalkan risiko tersesat.

Saat malam hari terutama jika hujan turun, jalur pendakian akan lebih sulit dilihat. Jika kabut tebal turun, maka hal ini akan semakin meningkatkan risiko tersesat.

7. Periksa jadwal buka-tutup gunung

Periksa juga mana saja gunung yang tetap dibuka untuk pendakian ketika musim hujan. Beberapa gunung seperti Prau, Slamet, dan Semeru ditutup saat musim hujan.

Baca juga: Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 10 Januari 2019

Jangan sampai ketika sudah sampai pos pendakian gunung yang dituju, ternyata gunung tujuan pendakian sedang ditutup sehingga perjalanan menjadi sia-sia.

Jika ditutup, jangan pula nekat mendaki. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri, pihak pengelola pendakian juga tidak segan memberikan hukuman kepada mereka yang nekat mendaki.

Halaman:



Close Ads X