7 Kelakuan Menyebalkan Penumpang Pesawat Terbang

Kompas.com - 10/01/2019, 08:03 WIB
Lampu kabin di dalam pesawat meredup apabila pesawat hendak lepas landas atau mendarat.Pixabay Lampu kabin di dalam pesawat meredup apabila pesawat hendak lepas landas atau mendarat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Melancong menggunakan pesawat terbang merupakan salah satu opsi bagi Anda yang menginginkan kenyamanan lebih selama perjalanan. Namun, acapkali kenyamanan Anda juga ditentukan oleh kelakuan penumpang lain.

Terdapat beberapa kelakuan penumpang yang menyebalkan dan mengganggu kenyamanan bersama. Bila Anda tak mau masuk dalam golongan penumpang jenis itu, sebaiknya hindari perilaku-perilaku berikut:

1. Mencari-cari printilan di bagasi kabin

Kakuan ini merepotkan banyak orang terlebih menjelang boarding. Selain menghambat antrean, pramugari pun akan dibuat susah.

Siapkanlah barang-barang yang sewaktu-waktu Anda perlukan ketika terbang, seperti jaket, headphone, buku, atau makanan ringan sejak awal. Letakkan di dalam tas kecil yang Anda bawa ketika duduk.

2. Mengemas bawaan secara serampangan

Kemaslah barang bawaan Anda, terlebih yang akan Anda muat di bagasi kabin, dalam satu tas sekaligus. Beberapa penumpang kerap kedapatan memuat satu tas besar plus beberapa benda kecil di bagasi kabin.

Memasukkan benda-benda kecil secara terpisah dengan tas utama di bagasi kabin akan memakan ruang yang harus dibagi dengan penumpang lainnya serta memperlambat proses bongkar muat bagasi kabin.

3. Tidak mengindahkan instruksi keamanan

Sejumlah prosedur keamanan ketika pesawat hendak lepas landas, terbang, lalu mendarat dibuat demi keamanan dan kenyamanan penumpang.

Pastikan Anda mematuhi prosedur tersebut, seperti menegakkan kursi dan mengencangkan sabuk pengaman serta mematikan ponsel. Lepas sejenak headphone yang melekat di telinga meskipun lagu kesayangan Anda tengah terputar, demi memperhatikan insturksi keamanan.

4. Memanggil pramugari untuk urusan sepele

Awak kabin dilatih agar menanggapi panggilan penumpang, umumnya memakai tombol panggil, sesigap-sigapnya. Tombol tersebut memang dirancang untuk keadaan yang cukup mendesak bagi penumpang.

Halaman:



Close Ads X