Kompas.com - 10/01/2019, 10:06 WIB
Situs Kerto. Dulunya pernah berdiri keraton megah Mataram Islam di sini. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaSitus Kerto. Dulunya pernah berdiri keraton megah Mataram Islam di sini.

BANTUL, KOMPAS.com – Saat ini Keraton Surakarta dan Yogyakarta memang menjadi obyek wisata budaya andalan di Kota Solo dan Jogja. Keberadaannya juga merupakan milik dua kerajaan berbeda, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta.

Namun keduanya sebenarnya berasal dari satu kerajaan pada awalnya, yakni Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-17 silam di Kotagede, Yogyakarta.

Baca juga: Mencicipi Roti Kembang Waru, Kuliner Mewah Zaman Mataram Islam

Dalam perjalanannya hingga terbagi menjadi dua kerajaan seperti sekarang ini, Mataram Islam total memiliki lima keraton. Setelah Kotagede, keraton selanjutnya berada di Kerto, Pleret, Kartasura, dan akhirnya yang sekarang menjadi Keraton Surakarta.

Pusat kerajaan pertama kali berpindah pada masa kepemimpinan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645). Saat itu, pusat Kerajaan Mataram Islam dipindahkan dari Kotagede ke Kerto yang berjarak sekitar delapan kilometer.

Masa pemerintahan Sultan Agung merupakan masa kejayaan Mataram Islam. Wilayah kekuasaannya saat itu mencakup pantai utara Jawa, Cirebon, Jawa Timur, hingga Madura.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sultan Agung juga dua kali melakukan penyerangan fenomenal terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628 dan 1629, meski usaha tersebut gagal.

Keraton yang Seakan Menghilang

Keraton Kerto dulunya berdiri di Dukuh Kerto, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sebagai istana pada masa puncak kejayaan kerajaan, tentunya Keraton Kerto begitu megah pada masanya.

Baca juga: Jelajah Kotagede, Cikal Bakal Keraton Surakarta dan Yogyakarta

Namun kenyataannya sekarang tidaklah demikian. Keraton Kerto seakan menghilang ditelan bumi. Keraton Sultan Agung tersebut kini hanya tampak bagai lahan kosong di tengah perkampungan.

Orang yang tak tahu mungkin tidak sadar kalau di sana dulu pernah berdiri istana salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Hal itu wajar karena peninggalan bangunan keraton nyaris tidak ada lagi.

Umpak atau alas tiang kayu dari Keraton Mataram Islam di Kerto.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Umpak atau alas tiang kayu dari Keraton Mataram Islam di Kerto.

Peninggalan Keraton Kerto yang tersisa hanyalah tiga umpak (alas tiang kayu) dari batu andesit. Ukuran umpak ini cukup besar, yakni 85 cm x 85 cm dengan tinggi sekitar 65 cm. Kini yang ada di Situs Kerto hanyalah dua umpak.

Umpak satu lagi sekarang menjadi umpak dari saka tunggal (satu tiang penyangga utama) Masjid Saka Tunggal di daerah Taman Sari atas perintah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Lokasi umpak berada diperkirakan merupakan Siti Hinggil Keraton Kerto. 

Pusat Kerajaan yang Kembali Berpindah

Pusat Kerajaan Mataram Islam kembali berpindah usai Sultan Agung wafat pada tahun 1645. Kali ini pemindahannya adalah dari Kerto ke Pleret yang hanya berjarak sekitar dua kilometer.

Pemindahan itu dilakukan pada masa pemerintahan anak Sultan Agung, Raden Mas Sayidin. Ia naik tahta menjadi Raja Mataram Islam bergelar Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung atau yang lebih dikenal sebagai Amangkurat I.

Keraton Kerto yang nyaris tak berbekasKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Keraton Kerto yang nyaris tak berbekas
Sampai saat ini, tidak ada alasan yang jelas mengapa Amangkurat I memindahkan kembali pusat kerajaan dari Kerto ke Pleret yang jaraknya tidak jauh.

Konon sejak pemindahan itu, Keraton Kerto ditinggalkan begitu saja dan tidak terawat. Konstruksi bangunan yang sebagian besar menggunakan kayu pun menjadikan Keraton Kerto perlahan dihancurkan oleh alam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Wisata Wonogiri yang Tutup Sementara per 16 Juni 2021, Jangan Kecele

6 Wisata Wonogiri yang Tutup Sementara per 16 Juni 2021, Jangan Kecele

Travel Update
Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Travel Update
Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Travel Update
Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Travel Update
Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Travel Update
Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Travel Update
Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Jalan Jalan
Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Travel Update
Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Travel Update
Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Travel Update
Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Jalan Jalan
Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Travel Tips
Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Travel Update
Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Travel Tips
Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X