Menpar Gaungkan Gerakan Selat Sunda Bangkit

Kompas.com - 12/01/2019, 15:09 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kiri) saat Pencanangan Gerakan Selat Sunda Bangkit di Anyer, Serang, Banten, Jumat (11/1/2019). Menpar Arief mencanangkan tiga tahap penanganan pascabencana tsunami Selat Sunda yaitu tanggap darurat, rehabilitasi dan tahap kebangkitan kembali pariwisata Selat Sunda yang akan didukung DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 9 miliar untuk Provinsi Banten dan Rp 33 miliar untuk Lampung untuk memacu kembali gairah pariwisata dan perbaikan infrastruktur di kedua provinsi terdampak tsunami.ANTARA FOTO/WELI AYU REJEKI Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kiri) saat Pencanangan Gerakan Selat Sunda Bangkit di Anyer, Serang, Banten, Jumat (11/1/2019). Menpar Arief mencanangkan tiga tahap penanganan pascabencana tsunami Selat Sunda yaitu tanggap darurat, rehabilitasi dan tahap kebangkitan kembali pariwisata Selat Sunda yang akan didukung DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 9 miliar untuk Provinsi Banten dan Rp 33 miliar untuk Lampung untuk memacu kembali gairah pariwisata dan perbaikan infrastruktur di kedua provinsi terdampak tsunami.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menggaungkan langkah dan gerakan Selat Sunda Bangkit untuk mempercepat pemulihan kawasan pasca-tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018.

"Kita di sini sepakat untuk menggaungkan Selat Sunda Bangkit. Silakan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebanyak Rp 9 miliar untuk Banten dan Rp 33 miliar untuk Lampung digunakan untuk mempercepat 'recovery'," kata Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Tiga Strategi Kemenpar Pulihkan Pariwisata Pasca-tsunami Selat Sunda

Kemenpar menggelar Rapat Koordinasi Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda di Hotel Marbella, Anyer, Banten, Jumat.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai pembicara kunci beserta jajarannya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman, Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Rizky Handayani.

Baca juga: Tsunami Selat Sunda, 69 Hotel dan Villa di Pandeglang Rusak

Berikutnya Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, serta stakeholder terkait pariwisata dan pejebat Kemenpar lainnya.

Warga beraktivitas di dekat pantai Taman Carita Seapark, Anyer Carita, Banten, Rabu (26/12/2018). BNPB meminta warga untuk tidak beraktivitas di radius satu km dari bibir pantai karena dikhawatirkan akan ada tsunami susulan yang disebabkan aktivitas gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Warga beraktivitas di dekat pantai Taman Carita Seapark, Anyer Carita, Banten, Rabu (26/12/2018). BNPB meminta warga untuk tidak beraktivitas di radius satu km dari bibir pantai karena dikhawatirkan akan ada tsunami susulan yang disebabkan aktivitas gunung Anak Krakatau.
Dalam pidatonya, Menpar Arief Yahya menjelaskan 4 poin penting yakni performansi sektor pariwisata, mitigasi bencana, kerugian ekonomi dan dukungan kementerian/lembaga industri terkait.

"Ada tiga tahap dalam mitigasi bencana yaitu tahap darurat selesai pada 9 Januari 2019, tahap rehabilitasi, dan tahap normalisasi. Tahap rehabilitasi seperti pemulihan SDM, pemasaran dan pemulihan destinasi," katanya.

Sementara itu, perbaikan jalan, air, listrik dan sebagainya dapat berkoordinasi dengan Kementerian terkait.

Selain itu untuk rumah-rumah penduduk yang hancur, bisa menggandeng OJK untuk memberikan keringanan bunga.

"Kita juga menyiapkan 20 event nasional dan 3 event internasional untuk pemulihan pemasaran," kata Arief.

Pengelola berdiri di atas bekas bangunan penginapan yang luluh lantah akibat diterjang tsunami, di kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Menurutnya setiap tahun penginapan tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang merayakan pergantian tahun.ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Pengelola berdiri di atas bekas bangunan penginapan yang luluh lantah akibat diterjang tsunami, di kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Menurutnya setiap tahun penginapan tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang merayakan pergantian tahun.
Pada normalisasi (3 bulan pasca-krisis), Kemenpar akan melakukan perhitungan dampak krisis, mendorong penyelenggaraan MICE skala nasional dan internasional, serta publikasi dan promosi pariwisata.

"Cara meyakinkan orang untuk berwisata adalah dengan datang langsung. Saya sekarang datang ke sini untuk meyakinkan bahwa pariwisata di Banten dan Lampung sudah bisa dikunjungi. Image dalam hal seperti bencana ini adalah sangat penting," kata Arief Yahya.

Kemenpar berkomitmen penuh untuk kembali membangkitkan pariwisata Banten dan Lampung. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo pun sangat mengapresiasi langkah tersebut.

"Kementerian Pariwisata sangat berkomitmen untuk membangun pariwisata Indonesia. Melalui acara ini, pariwisata kita sama-sama bisa kembali bangkit dan membuktikam bahwa sinergi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota sangatlah penting," ujar Ridho Ficardo.

Presiden Joko Widodo mengunjungi Hotel Mutiara Carita yang rusak akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018). Presiden meninjau lokasi terdampak tsunami, menemui korban luka serta pengungsi di Kecamatan Labuan. ANTARA FOTO/BAYU PRASETYO Presiden Joko Widodo mengunjungi Hotel Mutiara Carita yang rusak akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018). Presiden meninjau lokasi terdampak tsunami, menemui korban luka serta pengungsi di Kecamatan Labuan.
Untuk pemulihan, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan bahwa Pemda Banten telah melakukan berbagai upaya, di antaranya pembuatan hunian sementara, kerja sama dengan BNPB dan Kementerian PUPR untuk membangun hunian tetap, serta rekonstruksi aksesibilitas meliputi perbaikan jalan dari Carita hingga Tanjung Lesung.

"Banten memiliki berbagai potensi pariwisata seperti wisata bahari, wisata religi, wisata alam, cagar budaya, wisata industri, serta wisata mice. Untuk memajukan pembangunan pariwisata, Pemda Banten telah mempersiapkan SOP Mitigasi Bencana," kata Andika. (*)




Close Ads X