Kompas.com - 13/01/2019, 18:19 WIB
Herman Willem Daendels. Dok.TribunnewsHerman Willem Daendels.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hindia Belanda peenah dipimpin oleh Herman Willem Daendels terhitung dari 1808-1811. Banyak kebijakan Daendels yang fenomenal seperti pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan, pemindahan pusat pemerintahan dari wiliayah Kota ke Weltevreden (sekarang Jakarta Pusat) dan pembenahan administrasi.

Namun jika masa kepemimpinan Daendels disebut sebagai masa pendudukan Belanda sebenarnya benar tetapi kurang tepat. Mengingat Daendels sendiri sebenarnya orang Belanda yang membelot ke Perancis.

"Daendels ini seorang Belanda dilahirkan juga di Belanda (di Hattem). Tetapi dia suka ide revolusi Perancis, Liberte, Egalite, Fraternite. Jadi dia ikut Napoleon. Sebelumnya dia masuk tentara di Perancis Utara," jelas Penulis Buku Perang Napoleon di Jawa 1811 dan Buku Misteri Napoleon terbitan Penerbit Buku Kompas, Jean Rocher dalam acara Komunitas Jelajah Budaya Misteri Napoleon, Gambir, Minggu (13/1/2019).

Karier militer Daendels melesat di Perancis. Ia ikut banyak pertempuran. Hingga akhirnya ia dipercaya Napoleon dan diutus ke Hindia Belanda untuk membenahi Jawa.

Baca juga: 5 Warkop di Indonesia yang Berdiri Sejak Masa Penjajahan Belanda

Masa itu Belanda dan seluruh koloninya dikuasai oleh Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte.

"Karena dia dinamis sekali dia disukai oleh pemerintah Perancis dan Napoleon. Napoleon mengirim Daendels karena dipikir bisa membenahi Pulau Jawa, menjadi kuat dari serangan Inggris," jelas Jean.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesampainya di Hindia Belanda, Daendels punya tugas lumayan berat. Ia harus membereskan Jawa dari kekacauan yang disebabkan VOC. Musuh Daendels banyak berasal dari kalangan Belanda sendiri.

"Dia dianggap punya metode yang kurang cocok dengan Belanda. Misalnya kalau tidak suka seorang pejabat langsung dipecat," jelas Jean.

Terlalu banyak laporan dan keluhan mengenai Daendels, akibatnya ia dipanggil kembali ke Eropa. Masa pemerintahan Daendels berakhir pada 1811.

Kunci kekuasaan atas Hindia Belanda lantas bergulir ke Inggris yang menginvasi Jawa dengan gencar. Herman Willem Daendels digantikan Thomas Stamford Raffles.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.