6 Produk Pangan di Indonesia Dibudidayakan Petani China

Kompas.com - 14/01/2019, 19:05 WIB
Indahnya lanskap di kawasan perkebunan teh Pagilaran. Kabupaten Batang, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Indahnya lanskap di kawasan perkebunan teh Pagilaran. Kabupaten Batang, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018).

KOMPAS.com - Dengan kekayaan hasil buminya yang luar biasa, tak heran bila Indonesia punya aneka ragam bahan nabati untuk dikonsumsi, baik sebagai makanan pokok, sayur, hingga bumbu.

Meski begitu, rupanya terdapat campur tangan petani-petani China yang dikenal pandai mengolah pangan, dalam memproduksi bahan-bahan makanan tadi secara masif.

Apa saja? Berikut KompasTravel merangkumnya dari buku Nusa Jawa: Silang Budaya (1996) karangan Denys Lombard, seorang pakar kajian sejarah negara-negara Timur:

1. Lada

Lada merupakan komoditas yang begitu berharga ketika Belanda menjajah Indonesia dengan dalih mencari rempah-rempah.

Lada dapat memberikan sentuhan pedas dalam racikan makanan, selain khasiatnya menghangatkan tubuh.

Para petani China yang bermukim di Banten pada awal ke-17 tercatat telah mengenal teknik budidaya lada, agar lada yang diproduksi unggul secara kualitas maupun kuantitas dan siap diekspor ke Eropa.

2. Gula

Kondisi perdagangan Batavia sudah lunglai di pertengahan tahun 1700-an. Melemahnya produksi tebu turut andil dalam keadaan itu.

Usai didera kenaikan pajak (1650) dan pembantaian besar-besaran (1740) yang diiringi dengan habisnya hutan akibat perladangan berpindah, petani China menemukan “mesin” agar produksi tebu bisa lebih cepat dan bagus.

Mereka menemukan pompa berpedal untuk menyirami perkebunan tebu secara konstan, proses penggilingan dengan sistem roda gigi, dan belanga-belanga untuk memanaskan air tebu selama berjam-jam.

Di kawasan pecinan di Batavia pulalah, gula cair yang kecokelatan dapat disuling menjadi gula batu.

3. Padi

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X