Kompas.com - 15/01/2019, 10:44 WIB
Peserta Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2017 melintas di Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2/2017). Festival budaya untuk memperingati perayaan Cap Go Meh, hari ke-15 setelah perayaan Imlek. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPeserta Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2017 melintas di Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2/2017). Festival budaya untuk memperingati perayaan Cap Go Meh, hari ke-15 setelah perayaan Imlek.

BOGOR, KOMPAS.com - Puncak perayaan pesta rakyat Cap Go Meh (CGM) kembali digelar di Kota Bogor. Rencananya, agenda tahunan itu akan digelar pada tanggal 19 Februari 2019.

Berbeda dengan tahun lalu, pesta rakyat CGM 2019 kali ini akan dibalut dengan sebuah konsep baru, yaitu pertunjukan lighting.

Ketua Pelaksana Pesta Rakyat CGM Arifin Himawan mengatakan, kemasan pertunjukan lighting itu akan diawali dengan pergelaran seni budaya dan karnaval dari sejumlah sanggar, komunitas dan masyarakat yang dibungkus dalam tema “Katumbiri Lighting Festival”.

Baca juga: Ramainya Glodok Saat Perayaan Cap Go Meh

Arifin memaparkan, makna dari seni pertunjukan lighting itu menggambarkan bahwa Kota Bogor mampu memberikan keindahan dalam perbedaan dan keberagaman yang menyatu dalam kemasan budaya.

Spirit itu, menurut Arifin, sejalan dengan semangat pesta rakyat CGM yang mengusung keberagaman dan perbedaan justru membentuk kekayaan yang indah bagi nusantara.

“Semangat budaya sebagai pemersatu bangsa selalu kita kuatkan melalui ajang Pesta Rakyat CGM. Perbedaan dan keberagaman justru merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia, sehingga seharusnya kita bangga dengan kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Arifin di Bogor, Selasa (15/1/2019).

Baca juga: Ini 3 Rekor Muri di Cap Go Meh Singkawang 2018

Dia menegaskan, Kota Bogor secara konsisten ingin memperlihatkan semangat toleransi dan pluralisme yang selalu dipelihara sebagai bagian dari masyarakat besar di Indonesia.

“Upaya memelihara toleransi kehidupan ini menjadi bagian dari semangat Pesta Rakyat CGM,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Shahlan Rasyidi menuturkan, Pesta Rakyat CGM merupakan agenda budaya yang menarik dan mampu mendorong nilai pariwisata,

Souvenir khas Cap Go Meh yang banyak dijual saat perayaannya.KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Souvenir khas Cap Go Meh yang banyak dijual saat perayaannya.
Shahlan menilai penting untuk mensinergikan dan mengkoordinasikan dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Saya kira ini merupakan salah satu bentuk agenda budaya yang layak menjadi bagian dari destinasi kepariwisataan nasional,” katanya.

Pesta Rakyat CGM juga pernah ditetapkan sebagai aset pariwisata nasional dalam mengampanyekan Pesona Indonesia oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Ini menjadi strategis bagi Kota Bogor karena setiap tahun sekitar 100.000 pengunjung dari dalam dan luar Kota Bogor datang menghadiri acara tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X