Kompas.com - 16/01/2019, 14:04 WIB
Candi Morangan di Sleman, Yogyakarta yang berada di permukaan tanah. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaCandi Morangan di Sleman, Yogyakarta yang berada di permukaan tanah.

SLEMAN, KOMPAS.com – Keberadaan candi memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalu di Yogyakarta. Ada cukup banyak candi yang berdiri di sekitaran Yogyakarta seperti Prambanan dan Borobudur yang kini kian terkenal.

Khusus di wilayah sekitaran Yogyakara, candi-candi yang berdiri diperkirakan adalah peninggalan Mataram Kuno. Satu hal yang unik adalah beberapa candi ditemukan dengan kondisi terkubur di dalam tanah.

Baca juga: Sambisari, Candi di Bawah Permukaan Tanah Yogyakarta

Saat ini, candi di bawah permukaan tanah yang paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Sambisari. Namun ternyata masih ada candi-candi lain yang kini lokasinya ada di bawah tanah, salah satunya adalah Morangan.

Candi Morangan berlokasi di Dusun Morangan, Kelurahan Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada di tengah perkampungan penduduk.

Jika ingin mengunjungi Candi Morangan dari Kota Yogyakarta, jarak tempuhnya adalah sekitar 24 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 45 menit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rute tempuh paling cepat adalah melalui jalan utama Yogyakarta-Solo kemudian belok kiri (utara) saat sampai di pertigaan Candi Kalasan. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan melalui jalan itu sejauh sekitar 8 kilometer.

Baca juga: Mengenal 6 Candi Tertinggi di Indonesia

Nantinya di perempatan, perjalanan dilanjutkan dengan belok kanan (timur) sejauh kurang-lebih 850 meter. Kemudian belok kiri (utara) di jalan desa sejauh 1,2 kilometer sampai Candi Morangan.

Reruntuhan di Bawah Permukaan Tanah

Candi Morangan memang tidak semegah Candi Prambanan dan Borobudur. Namun keberadaannya tetap saja merupakan saksi bisu sejarah kejayaan peradaban masa lalu yang pernah ada.

Diperkirakan candi Hindu ini dibangun pada abad ke-9 dan ke-10, bersamaan ketika Mataram Kuno membangun candi-candi lainnya seperti Prambanan.

Baca juga: Bertamu ke Rumah Teletubbies di Candi Abang Yogyakarta

Ditemukan pada tahun 1884, saat itu kondisi Candi Morangan masih berupa reruntuhan yang setengah terkubur serta diselimuti semak dan pepohonan. Lokasinya saat ini berada sekitar 2,5 meter di bawah permukaan tanah.

Jarak Candi Morangan dari Puncak Gunung MerapiGoogle Maps Jarak Candi Morangan dari Puncak Gunung Merapi
Terkuburnya Candi Morangan sangat berhubungan dengan erupsi Gunung Merapi di masa silam. Terlebih candi ini berjarak kurang-lebih hanya 16 kilometer dari puncak gunung api itu dan hanya sekitar 100 meter dari aliran lahar hujan Merapi, Sungai Gendol.

Candi utama dan perwara (pendamping) di sini terbuat dari batu andesit. Konstruksi itu seperti kebanyakan candi-candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta lainnya. Candi utama menghadap ke barat dan candi pendamping menghadap timur.

Baca juga: Merengkuh Sunyi dan Tenang di Candi Kethek Karanganyar

Candi Morangan berlatar belakang Hindu karena terdapat peninggalan Yoni di candi utamanya. Dulu sisi utara, barat, dan selatan tubuh candi terdapat relung berisi arca yang telah diamankan oleh pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.

Sampai sekarang candi ini belum sepenuhnya selesai dipugar. Bangunan candi yang dapat dijumpai untuk saat ini adalah bagian tubuh dan kaki candi. Sementara bagian candi lainnya masih tampak seperti reruntuhan.

Candi Morangan yang berada 2,5 meter di bawah permukaan tanah.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Candi Morangan yang berada 2,5 meter di bawah permukaan tanah.
Meski berlatar Hindu, Candi Morangan memiliki panel relief yang diperkirakan merupakan bagian cerita Tantri Kamandaka. Relief itu menceritakan kisah harimau yang tertipu oleh seekor kambing dan biasanya hanya ditemukan di candi berlatar belakang Buddha.

Jika ingin mengunjungi Candi Morangan, cukup isi buku tamu di pos keamanan saja. Peraturan pun seperti biasanya, yakni tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan vandalisme, dan tidak melakukan hal yang merusak candi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Travel Update
Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Travel Update
Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

Travel Update
Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Travel Update
Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Travel Update
AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

Travel Update
Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Travel Tips
6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

Jalan Jalan
Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Jalan Jalan
6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

Jalan Jalan
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

Jalan Jalan
Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.