Investor Singapura Tertarik Kembangkan Pariwisata di Halmahera Utara - Kompas.com

Investor Singapura Tertarik Kembangkan Pariwisata di Halmahera Utara

Kompas.com - 18/01/2019, 16:42 WIB
Wisata Tanjung Bongo di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (16/4/2018).KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN Wisata Tanjung Bongo di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (16/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Hibualamo Jaya (BUMD) yang diwakili oleh direkturnya Deky Iwisara dengan Globalports PTE LTD yang diwakili oleh salah satu anggotanya Henry Teh Kok Kheng, CEO & President Digiland di Centennial Tower Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Perjanjian antara BUMD Kabupaten Halmahera Utara dengan investor asal Singapuran ini berisi kerja sama investasi untuk membangun infrastruktur di Halmahera Utara yang meliputi pembangunan pelabuhan, infrastuktur perikanan dan infrastruktur di sektor pariwisata.

Pembangunan infrastruktur pariwisata diharapkan mampu mendatangkan 500.000 wisatawan per tahun ke Halmahera Utara.

Hadir juga pada acara ini Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Utara Yulius Dagilaha, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Alien Mus, serta Mark Vernon Tuck, Founder Paradise Property Group yang sukses membangun sejumlah properti di Bali. Penandatanganan HoA ini adalah kelanjutan dari MoU yang telah disepakati sebelumya pada Juli 2018.

Baca juga: 5 Tips Liburan ke Kepulauan Sula, Maluku Utara

Frans mengaku gembira karena tahap demi tahap investasi ini dapat cepat dilalui. Investasi juga akan mendorong dampak di sektor ekonomi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Tentu saja investasi ini banyak manfaatnya secara ekonomi. Saya juga ingin agar Kabupaten Halmahera Utara segera bangun hingga sejajar dengan kabupaten-kabupaten lain yang sudah maju,” kata Frans.

Baca juga: Membangun Wisata Bahari Nusantara lewat Wonderful Sail to Indonesia

Kedatangan investor ke Halmahera Utara disambut baik dan mendapatkan pujian dari berbagai pihak. Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Utara menyambut dengan tangan terbuka dan siap mendukung penuh apa rencana investor.

“Saya menyambut baik adanya perjanjian ini. Saya berserta jajaran akan mendukung penuh agar investasi ini dapat berlangsung dengan baik dan membuahkan manfaat bagi masyarakat,” kata Yulius Dagilaha.

Mengingat investasi besar ini akan mencakup pembangunan di berbagai sektor dalam jangka waktu yang panjang, maka DPRD Provinsi juga akan memberikan dukungan berupa payung hukum agar investasi ini dapat terus berjalan sebagaimana yang direncanakan, dan tidak melenceng sehingga mengakibatkan konflik di masa mendatang.

Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Hibualamo Jaya (BUMD) yang diwakili oleh direkturnya Deky Iwisara dengan Globalports PTE LTD yang diwakili oleh salah satu anggotanya Henry Teh Kok Kheng, CEO & President Digiland di Centennial Tower Jakarta, Kamis (17/1/2019).ARSIP PEMKAB HALMAHERA UTARA Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Hibualamo Jaya (BUMD) yang diwakili oleh direkturnya Deky Iwisara dengan Globalports PTE LTD yang diwakili oleh salah satu anggotanya Henry Teh Kok Kheng, CEO & President Digiland di Centennial Tower Jakarta, Kamis (17/1/2019).
“Ini adalah investasi besar dengan kurun waktu yang panjang dan dengan pihak luar negeri. Maka itu harus disiapkan segala sesuatunya dengan detil agar nanti tidak ada muncul permasalahan,” ujar Alien Mus.

PT Hibualamo Jaya adalah BUMD yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan dan perdagangan umum. Sedangkan Global Ports PTE LTD adalah perusahaan yang berpengalaman mengelola pelabuhan di Rusia. Investasinya dikembangkan dari Eropa hingga ke Asia.

Baru-baru ini Global Ports juga menanamkan modalnya di Aceh dengan membangun pelabuhan di Sabang. Tidak hanya mengurusi kargo, pelabuhan ini juga akan melayani kapal-kapal penumpang.

Bahkan nantinya pelabuhan Sabang bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan dari dan menuju destinasi lain di Asia Tenggara seperti Phuket atau Langkawi dengan kapal amfibi.

Frans sangat berharap investor-investor dapat mengelola investasinya secara baik sehingga membawa banyak manfaat yang maksimal bagi masyarakat Halmahera Utara. 

Untuk itu Frans meminta para pemuda di Halmahera Utara lebih kreatif untuk mengembangkan diri dan memiliki daya saing yang tinggi agar dapat membangun daerahnya.

Halmahera Utara memiliki destinasi-destinasi wisata yang sangat menarik. Laut yang bersih, pantai yang indah dengan biota laut yang masih asri tersebar tersebar di Tobelo, Kao, Galela maupun Lolada Utara.

Keindahan wisata bahari tersebut sangat diminati oleh wisatawan mancanegara. Pembangunan infrastruktur yang memadai akan memudahkan wisatawan mengakses destinasi-destinasi tersebut.

Menurut Henry, infrastruktur yang ada sekarang ini belum cukup untuk mendatangkan wisatawan ke Halmahera Utara.

Wisata Tanjung Bongo di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (16/4/2018).KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN Wisata Tanjung Bongo di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (16/4/2018).
Melihat potensi laut yang tinggi namun belum dimanfaatkan dengan maksimal, Henry sangat tertarik untuk mengembangkan Halmahera Utara.

“Potensi laut dan wisatanya sangat bagus, sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Target 500.000 wisatawan per tahun bukanlah hal yang sulit. Namun tanpa infrastruktur yang baik angka tersebut akan sulit dicapai," kata Henry.

Frans menambahkan, pihaknya mempersilakan para investor mengembangkan infrastruktur yang memadai di destinasi-destinasi wisata Halmahera Utara untuk menarik kunjungan wisatawan. (*)



Close Ads X