Ini Destinasi Wisata Menarik di Sikka yang Perlu Ditata - Kompas.com

Ini Destinasi Wisata Menarik di Sikka yang Perlu Ditata

Kompas.com - 18/01/2019, 20:05 WIB
Pantai Koka di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Pantai Koka di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

MAUMERE, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) didorong untuk melakukan penataan 18 destinasi wisata menarik yang ada di daerah tersebut.

“Industri manufaktur butuh sistem dan infrastruktur yang mahal dan lama. Industri pariwisata sebenarnya sangat murah, karena tinggal memanfaatkan yang ada,” kata Martinus Wodon, pegiat pariwisata di Kabupaten Sikka, dalam kegiatan temu media, Rabu (16/1/2019).

Martinus menyebutkan, menurut data yang dimilikinya, ada 18 destinasi wisata di Kabupaten Sikka, di antaranya Pulau Pangabatang, Kojadoi, Kojagete, Pemana dan Pulau Babi yang semuanya merupakan gugus pulau di Teluk Maumere.

Baca juga: Jalan-jalan ke 5 Obyek Wisata Menarik di Maumere

Ada juga destinasi wisata Gunung Egon, air panas Blidit, Pantai Koka, Tanjung Kajuwulu, kampung nelayan Wuring, Pantai Doreng dan Bukit Nilo. Ada juga Air Terjun Murusobe, Paga Beach, Mangrove Magepanda, pantai Waiara, dan air asin Semparong di Pulau Sukun serta Batik Wai.

Dia menjelaskan, masih banyak sekali destinasi wisata yang lainnya, sehingga perlu dilakukan pendataan lagi. Semua potensi ini sudah ada, dan tinggal ditumbuhkembangkan.

Baca juga: Pantai Doreng Sikka Belum Terjamah

“Memang, harus ada penataan supaya destinasi yang dimiliki tersebut tidak kita rusak. Tetapi, bisa terus kita kembangkan manfaatnya. Penataan bisa dilakukan sekaligus beberapa destinasi wisata yang jaraknya berdekatan, dan semuanya dilakukan secara tuntas,” katanya.

Tata ruang Kota Maumere pun,  harus dikelola dengan baik sebagai daya dukung pariwisata.

Suasana Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/12/2018).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Suasana Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/12/2018).
Dia memberi contoh, harus ada sentra kuliner khas Sikka, cendera mata, panggung budaya, city tour dan lainnya.

“Untuk mengusahakan itu, harus ada sinergi berbagai pihak. Kerja sama berbagai pihak harus diusahakan demi kemajuan bersama. Desa yang satu harus membangun kolaborasi dengan desa wisata yang lain, sambil menjalin kerja sama dengan pegiat pariwisata, baik swasta maupun pemerintah,” pesannya.

Selain itu, menurut Martinus, perlu melibatkan secara aktif unsur Forkopimda. Pemerintah juga harus terus membuka keran dialog dengan para pegiat pariwisata, dalam membangun tata ruang dan tata kelola pariwisata di Sikka.

“Kita rencanakan bersama, kita kerjakan bersama dan manfaatnya akan kita rasakan bersama. Saya optimis, berbagai pihak di Sikka pasti berkeinginan membangun pariwisata. Melalui pariwisata, kita membangun Sikka,” tegasnya.

Prospek Pariwisata Sikka Bagus

Martin menjelaskan bahwa prospek pariwisata di Kabupaten Sikka dipastikan baik. Hal itu didukung dengan potensi wisata yang sangat banyak, unik dan menarik.

Keberadaan hotel-hotel dan maskapai penerbangan dari luar ke Maumere juga sangat mempengaruhi kemajuan tingginya pengunjung untuk datang ke Maumere.

Juga melihat sumber daya pelaku-pelaku pariwisata Maumere yang sangat potensial.

Warga memilih kain tenun ikat di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal.ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR Warga memilih kain tenun ikat di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal.
"Saya yakin dan percaya, prospek pariwisata Maumere sangat baik. Tergantung bagaimana sinergitas antara stakeholders untuk kemajuan pariwisata Maumere," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Kensius Didimus, mengatakan selama 2018 pihaknya melakukan berbagai penataan beberapa destinasi wisata, seperti membangun Lopo atau pondok di Tanjung Kajuwulu serta air panas Blidit.

“Untuk 2019 ini kita akan bangun tempat wisata di Tanjung Darat yang dilakukan oleh investor, serta akan menyiapkan sebuah kapal khusus bagi para penyelam yang akan melihat keindahan alam bawah laut Teluk Maumere,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Sikka terus berupaya melakukan pembenahan destinasi wisata. Pihaknya juga mengusulkan, agar infrastruktur ke destinasi wisata tersebut diperbaiki, termasuk jalan dan air bersih.



Close Ads X