Bupati Manggarai Barat Minta Masyarakat Lestarikan Ritual Adat

Kompas.com - 24/01/2019, 17:04 WIB
Petarung Caci atau Sasi di Kampung Noa, Desa Golondoal, Kecamatan Mbeliling, Kab. Manggarai Barat, Flores, NTT, September 2018 lalu sedang mementaskan tarian caci atau Sasi untuk ungkapan syukur atas peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Mikael Noa. KOMPAS.com / MARKUS MAKURPetarung Caci atau Sasi di Kampung Noa, Desa Golondoal, Kecamatan Mbeliling, Kab. Manggarai Barat, Flores, NTT, September 2018 lalu sedang mementaskan tarian caci atau Sasi untuk ungkapan syukur atas peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Mikael Noa.

MANGGARAI BARAT, KOMPAS.com - Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Agustinus Ch Dulla meminta masyarakat Manggarai Barat terus melestarikan dan mempertahankan berbagai ritual adat yang diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara dan Nusantara.

Perkembangan pariwisata di Manggarai Barat pasca sail Komodo 2013 lalu terus meningkat dengan kunjungan wisatawan di berbagai obyek wisata serta perkampungan-perkampungan adat.

“Perkembangan pariwisata di Manggarai Barat terus meningkat dengan kunjungan wisatawan yang secara rutin di berbagai obyek wisata. Bukan hanya Taman Nasional Komodo menjadi destinasi untuk dikunjungi melainkan berbagai obyek wisata serta perkampungan adat di seluruh Manggarai Barat," jelas Agustinus.

Ia meminta warga mempersiapkan berbagai atraksi budaya yang memikat dan menarik wisatawan untuk terus dikunjungi. Agustinus menyarankan warga menyediakan hidangan kuliner lokal yang layak untuk dinikmati oleh wisatawan.

Gencarnya promosi pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat pasca sail Komodo 2013 lalu membangkitkan gairah bagi masyarakat setempat untuk menampilkan tradisi-tradisi yang tersimpan di kalangan sendiri yang tersebar di kampung-kampung.

penabuh gendang dan gong sedang menabuh alat tradisional itu untuk memberikan semangat kepada para petarung caci atau sasi untuk ungkapan syukur atas peresmian dan Pemberkatan Gereja Santo Mikael Noa, Manggarai Barat, Flores, NTT. KOMPAS.com / MARKUS MAKUR penabuh gendang dan gong sedang menabuh alat tradisional itu untuk memberikan semangat kepada para petarung caci atau sasi untuk ungkapan syukur atas peresmian dan Pemberkatan Gereja Santo Mikael Noa, Manggarai Barat, Flores, NTT.
Kini, tradisi-tradisi untuk dilakukan untuk menyambut wisatawan mancanegara dan nusantara.

Ratusan wisatawan asing dan Nusantara mengunjungi kampung-kampung adat di seluruh Manggarai Barat. Tetua adat setempat menyambutnya dengan berbagai tradisi dan ritual adat.

Salah satu yang diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara dan nusantara dengan menyambut tamu dengan tradisi pemaka di pintu masuk kampung.

Tradisi Pemaka sendiri terbilang unik. Tradisi itu hanya ada di kawasan Manggarai Barat.

Tak semua tamu disambut dengan Tradisi Pemaka. Hanya tamu-tamu khusus, seperti kunjungan gubernur, bupati, uskup, imam yang baru ditahbiskan dan para petinggi bangsa yang disambut dengan tradisi Pemaka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

Makan Makan
7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

Jalan Jalan
Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

Whats Hot
Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Jalan Jalan
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Whats Hot
ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

Whats Hot
Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Makan Makan
Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Whats Hot
Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Makan Makan
3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

Makan Makan
Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Makan Makan
3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

Makan Makan
Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X