Kompas.com - 25/01/2019, 11:17 WIB
Penari Sanggar Seni Rombeng Rajong sedang memasuki gedung MCC Ruteng, Rabu (12/12/2018) untuk mementaskan tarian danding khas Rajong, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT. KOMPAS.com/MARKUS MAKURPenari Sanggar Seni Rombeng Rajong sedang memasuki gedung MCC Ruteng, Rabu (12/12/2018) untuk mementaskan tarian danding khas Rajong, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT.

RUTENG, KOMPAS.com — Cuaca dingin menyelimuti seluruh Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Cuaca itu tidak meluluhkan penari Danding Rombeng Rajong, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur untuk menampilkan tarian Danding di hadapan para tamu.

Mereka yang hadir adalah Komisioner Komisi Informasi Publik Romanus Ndau Lendong bersama dengan staf Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia serta Bupati Manggarai Deno Kamelus di gedung Manggarai Convention Center (MCC) dan ratusan warga Kota Ruteng yang menyaksikan atraksi budaya tersebut.

Hari itu kebanyakan yang menyaksikan tarian Danding Rombeng Rajong dari kalangan generasi muda dan pelajar di Kota Ruteng.

Baca juga: Tradisi Pemaka di Flores Barat, Acara Penyambutan untuk Tamu Khusus

Malam itu, Rabu (12/12/2018), penari dari Sanggar Seni Rombeng Rajong dari Kampung Paua serta sejumlah kampung lainnya membawakan tarian adat saat pementasan budaya yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dengan tema “Merajut Kebhinnekaan Tunggal Ika" di Kabupaten Manggarai di Flores Barat.

Malam itu ada 30 penari yang terdiri dari kaum perempuan dan laki-laki yang bergabung di Sanggar Seni Rombeng Rajong. Mereka dihadirkan secara khusus untuk membawakan tarian Danding Rombeng Rajong yang sangat berbeda dengan daerah lain di wilayah Manggarai Raya.

Baca juga: Tiba Meka, Tarian Khas Flores Barat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Semua penari memakai pakaian adat khas Rajong, yakni topi rajong, kain tenun rajong serta baju adat rajong.

Ketua Sanggar Senin Rombeng Rajong, Gregorius Watu kepada Kompas.com di Kota Ruteng, Selasa (11/12/2018) menjelaskan, tarian Danding Rombeng Rajong yang dibawakan menandakan kegembiraan, rasa syukur atas kepercayaan kepada Sanggar Seni Rombeng Rajong untuk menampilkan kekhasan dan keunikan yang terus terawat dengan baik oleh masyarakat adat di Kecamatan Elar Selatan.

“Kami sangat senang atas kepercayaan Kementeriaan Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui lembaga Komisioner Informasi Publik (KIP) Pusat yang menghubungi kami untuk tampil dari pementasan budaya ini," jelasnya.

Aloysius Lalung, Ketua Lembaga Adat Rajong bersama Thomas Bau, Philipus Mbiru. Aleks Mbiru, Fransiskus Lalong kepada Kompas.com di Kota Ruteng, Rabu (12/12/2018)  menjelaskan, tarian Danding Rombeng Rajong memiliki kekhasan tersendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.