Ini 7 Agenda Wisata Jatim yang Masuk Kalender Wisata Nasional 2019 - Kompas.com

Ini 7 Agenda Wisata Jatim yang Masuk Kalender Wisata Nasional 2019

Kompas.com - 27/01/2019, 12:04 WIB
Masyarakat Suku Tengger melarung sesajinya berupa hasil pertaninan ke kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/6/2018). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Masyarakat Suku Tengger melarung sesajinya berupa hasil pertaninan ke kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/6/2018). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka.

SURABAYA, KOMPAS.com - Provinsi Jawa Timur meluncurkan Kalender Wisata 2019 di Gedung Graha Wisata, Surabaya, Selasa (22/1/2019) yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Sinarto.

"Kalender Wisata Jawa Timur 2019 memuat 367 agenda budaya dan pariwisata yang diselenggarakan oleh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur selama satu tahun," katanya.

Dari 367 agenda tersebut, terdapat tujuh agenda wisata Jatim yang masuk Kalender Wisata Nasional 2019.

Baca juga: Jatim Meluncurkan 367 Agenda Wisata Tahun 2019

Ketujuh agenda wisata tersebut adalah sebagai berikut:

1. Majapahit International Travel Fair

Digelar 2-5 Mei 2019 di Grand City Convex, Surabaya, Majapahit International Travel Fair (MITF) menampilkan pameran serta bursa pariwisata yang tahun ini mengambil tema "Desa Wisata".

Pameran diikuti oleh peserta dari Jawa Timur serta kota-kota wisata populer di Indonesia.

Berbagai produk pariwisata, informasi pariwisata, produk pendukung pariwisata dapat ditemukan di MITF 2019.

Masyarakat Suku Tengger melarung sesajinya berupa hasil pertaninan ke kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/6/2018). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Masyarakat Suku Tengger melarung sesajinya berupa hasil pertaninan ke kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/6/2018). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka.

2. Yadnya Kasada dan Eksotika Bromo

Berlangsung 13-17 Juli 2019, ini merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger yang tinggal di Kawasan Gunung Bromo. Yadnya Kasada dilaksanakan setiap bulan Purnama pada bulan Kasada.

Baca juga: Kasada di Tengah Erupsi Gunung Bromo

Yadnya Kasada merupakan ungkapan rasa syukur dan permohonan kepada Sang Hyang Widhi melalui rangkaian kegiatan yang dimulai dengan "mendhak tirta" (mengambil air suci). Acara diakhiri dengan melempar sesaji ke kawah Gunung Bromo.

Untuk menyongsong ritual tersebut diselenggarakan Eksotika Bromo yang mempertemukan puncak-puncak kesenian Indonesia yang disajikan di lautan pasir Gunung Bromo.

3. Jember Fashion Carnival

Digelar 30 Juli-4 Agustus 2019 di Alun alun Jember, agenda budaya tahunan berskala internasional ini menghadirkan konsep fashion carnaval on the street.

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri) dan Istri Poni Iravati (kanan), Bupati Jember Faida (kiri) dan Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz (kedua kanan), melambaikan tangan saat menghadiri acara puncak Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-17, di Jember, Jawa Timur, Minggu (12/8/2018). Arief Yahya menyebut Kabupaten Jember sebagai Kota Karnaval yang menjadi destinasi wisata karnaval di Indonesia. ANTARA FOTO/SENO Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri) dan Istri Poni Iravati (kanan), Bupati Jember Faida (kiri) dan Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz (kedua kanan), melambaikan tangan saat menghadiri acara puncak Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-17, di Jember, Jawa Timur, Minggu (12/8/2018). Arief Yahya menyebut Kabupaten Jember sebagai Kota Karnaval yang menjadi destinasi wisata karnaval di Indonesia.
Kostum yang ditampilkan merupakan tren fashion dunia hasil kreatifitas anak muda yang mendesain sendiri dengan tema tertentu yang ditentukan oleh penyelenggara.

Jember Fashion Carnaval dikelola secara profesional dengan tiket berbayar yang dapat dipesan secara online.

4.  Malang Flower Carnival

Malang Flower Carnival (MFC) yang berlangsung 15 September 2019 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di Kota Malang, tepatnya sepanjang Jalan Simpang Balapan Kota Malang atau di sekitar Jalan Ijen.

Salah satu peserta Malang Flower Carnival (MFC) memperagakan kostum yang dikenakannya, Minggu (4/9/2016), di Kota Malang, Jawa Timur.KOMPAS.com/ANDI HARTIK Salah satu peserta Malang Flower Carnival (MFC) memperagakan kostum yang dikenakannya, Minggu (4/9/2016), di Kota Malang, Jawa Timur.
MFC menampilkan ratusan busana karya anak-anak muda maupun para desainer yang berukuran besar dan dilombakan.

Salah satu kriteria lomba adalah busana yang ditampilkan harus berornamen bunga dan bahan dasarnya 75 persen terbuat dari bahan daur ulang.

5. International Tour de Banyuwangi Ijen

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tahun ini berlangsung 23-26 September dari etape pertama sampai etape keempat.

ITdBI menempuh total panjang rute sejauh 555 kilometer, ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi dan berpacu mendaki Gunung Ijen, gunung berapi aktif yang terkenal di dunia dengan fenomena api biru-nya (blue fire).

Para pebalap melintas di tengah kota Banyuwangi tepatnya di depan Masjid Baiturrahman Banyuwangi, Sabtu (29/9/2018).KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Para pebalap melintas di tengah kota Banyuwangi tepatnya di depan Masjid Baiturrahman Banyuwangi, Sabtu (29/9/2018).
ITdBI diikuti oleh para pebalap sepeda dari dalam maupun luar negeri antara lain: Perancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia, Australia, Korsel, China, Selandia Baru, Rusia, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

6. Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi Ethno Carnival pada 28 Juli 2019 merupakan acara karnaval budaya yang digelar malam hari di Taman Blambangan Banyuwangi.

Dalam setiap penyelenggaraannya, Banyuwangi Ethno Carnival mengangkat tema yang berbeda, sesuai dengan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal di Banyuwangi, seperti keindahan api biru (blue fire) di Kawah Ijen, tradisi nelayan di Muncar dan lain-lain.

Sebanyak 1.173 penari Gandrung menari di Festival Gandrung Sewu yang di gelar di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (20/10/2018).KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Sebanyak 1.173 penari Gandrung menari di Festival Gandrung Sewu yang di gelar di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (20/10/2018).

7. Festival Gandrung Sewu

Festival Gandrung Sewu yang digelar di Pantai Boom Banyuwangi pada 12 Oktober 2019 merupakan penampilan kolosal tarian tradisional Banyuwangi yang dinamakan tari Gandrung dengan menampilkan 1.000 penari (dalam bahasa Jawa disebut 'sewu').

Pakaian penari yang khas denan warna yang mencolok dan latar belakang Selat Bali menghasilkan pemandangan yang menakjubkan bagi yang menyaksikan.

Hamparan pasir Pantai Boom yang luas sebagai tempat 1.000 penari cantik ini beraksi dengan gerak yang atraktif menghasilkan foto yang enarik dari sudut mana pun diambil.



Close Ads X